Dispar Bantul Siapkan Retribusi Non Tunai

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih saat mencoba aplikasi pembayaran retribusi non tunai

KRETEK (MERAPI) – Guna memudahkan wisatawan dalam pembayaran retribusi di obyek wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul meluncurkan sistem pembayaran cashless payment (nontunai) melalui aplikasi bernama Qirs Ultimate Automated Transactions (QUAT) di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis di Jalan Parangtritis Kretek Bantul, Jumat (7/5).

“Pembayaran melalui aplikasi QUAT ini nantinya akan memudahkan wisatawan dalam pembayaran retribusi obyek wisata secara non tunai. Sehingga hal ini akan mengurangi kontak langsung petugas TPR dengan wisatawan sehingga akan mengurangi penularan Covid-19,” ujar Kepala Dispar Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo SSos disela-sela launching.

Disebutkan, pembayaran retribusi cashless tidak hanya diterapkan di TPR Parangtritis tetapi nantinya akan diterapkan di beberapa obyek wisata lain di Bantul. Untuk itu dalam ujicoba pihaknya akan melakukan layanan pembayaran non tunai tersebut selama satu bulan.
Untuk tahap pertama ini, selain dipasang di TPR Parangtritis juga akan dipasang di 8 titik obyek wisata lain. Selain ujicoba pihaknya juga tetap membuka loket pembayaran retribusi secara tunai.

“Kami harap metode pembayaran sistem cashless dapat dilakukan secara efektif pada tahun 2022. Sehingga kami masih memiliki waktu sekitar 7 bulan untuk melakukan sosialisasi pembayaran retribusi non tunai tersebut,” lanjut Kwintarto menjelaskan.

Sementara Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslim menyambut baik Dispar Bantul dalam menyediakan layanan pembayaran retribusi obyek wisata non tunai. Hal ini selain mendukung dalam pencegahan virus Covid-19 juga dapat mempercepat proses pembayaran tanpa antre panjang. Bahkan pembayaran retribusi dapat dilakukan di manapun sehingga wisatawan dapat reservasi jauh hari sebelum kedatangan.

Selain itu, pembayaran retribusi ini semua uang akan masuk ke kas daerah. Sehingga kecil kemungkinan uang retribusi bocor dan disalahgunakan. “Untuk itu kami mendukung penuh dalam pembayaran retribusi non tunai. Tetapi bila nantinya akan wisatawan tak memiliki aplikasi QUAT di setiap TPR dapat bekerja sama dengan pihak bank sehingga uang pembayaran tunai juga langsung masuk ke kas daerah,” tegas Halim. (Usa)

Read previous post:
Bantu UMKM Terdampak Pandemi, Pegadaian Beri Keringanan Bunga

Close