Alumni Magister Psikologi UMBY Gelar Psikoedukasi Kampung Ramah Anak

MERAPI-ISTIMEWA
Sebagian peserta lokakarya dan narasumber foto bersama.


 
PIYUNGAN (MERAPI) – Paguyuban Alumni Magister Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkomitmen bisa menebar manfaat di masyarakat. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, tetap berusaha bisa menggelar kegiatan bermanfaat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Seperti halnya, pekan lalu, bersama dengan para dosen Fakultas Psikologi UMBY melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengadakan lokakarya dalam bentuk psikoedukasi Kampung Ramah Anak bertajuk ”Menciptakan Lingkungan Kondusif untuk Mencegah Kekerasan Seksual”. Lokakarya dilaksanakan di Bintaran Wetan RT 06 Srimulyo Piyungan Bantul. Masyarakat setempat dan Polsek Piyungan pun mendukung kegiatan ini.

Menurut Ketua RT setempat, Santosa, meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi keprihatinan tersendiri. Sehingga dengan digelarnya lokakarya tersebut diharapkan bagian dari usaha mencegah adanya kekerasan seksual pada anak. Selain itu untuk bisa mewujudkan Kampung Ramah Anak dengan sebaik mungkin. “Mengingat pentingnya kegiatan seperti ini, menjadikan kami sangat antusias mengikuti acara, semoga juga bisa menjadi motivasi bagi kami untuk mempelajari upaya mengatasi permasalahan tersebut dari sudut pandang keilmuan psikologi,” ungkapnya.

Adapun narasumber dalam lokakarya ini berasal dari perwakilan Polsek Piyungan (Iptu Widayadi) serta dosen dari Fakultas Psikologi UMBY (Angelina Dyah Arum S MPsi Psikolog). Iptu Widayadi antara lain memberikan materi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan warga, jika ada kasus kekerasan anak dan prosedur penanganan kasus tersebut.

Sementara itu Angelina Dyah Arum menekankan tentang pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak. Orang tua perlu mewaspadai lingkungan di sekitar anak dan peka pada setiap perubahan perilaku anak. Selain itu masyarakat juga perlu mendukung terwujudnya lingkungan yang kondusif, nyaman dan terbuka bagi anak. “Selain itu orang tua perlu mengembangkan pola komunikasi yang hangat dan terbuka, sehingga dapat menjadi tempat anak bercerita saat mengalami kekerasan seksual baik secara fisik maupun non fisik,” tuturnya.

Ditambahkan Dyah Arum, kegiatan ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengembangkan langkah-langkah preventif dan kuratif dalam menyikapi fenomena kekerasan seksual terhadap anak. Kerjasama Paguyuban Alumni Magister Psikologi dan Fakultas Psikologi UMBY seperti ini penting juga dilaksanakan di tempat-tempat lain, serta bisa bekerja sama dengan berbagai elemen di masyarakat serta beberapa pihak berwenang guna mewujudkan Kampung Ramah Anak. (Yan)


 

Read previous post:
Umat Hindu Rayakan Galungan di Candi Ceto

KARANGANYAR (MERAPI) - Toleransi antarumat beragama di lingkungan Desa Gumeng, Jenawi terlihat saat perayaan Hari Raya Galungan di candi Ceto,

Close