150.000 Pekerja Belum Ikut BPJS Ketenagakerjaan

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Penandatanganan kerjasama Penandatanganan Kerja Sama antara Pemkab Bantul dengan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Ros Inn

BANTUL (MERAPI) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta akan terus meningkat kepesertaan masyarakat khususnya para pekerja di Kabupaten Bantul. Pasalnya hingga kini tercatat 150.000 pekerja di Bantul belum masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Sampai saat ini setidaknya ada 150.000 pekerja belum masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Rata-rata mereka berasal dari pekerja sektor informal,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Asri Basri di sela-sela Penandatanganan Kerja Sama antara Pemkab Bantul dengan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Ros Inn Sewon Bantul, Jumat (9/4).

Disebutkan, sampai saat ini pekerja yang sudah masuk BPJS Ketenagakerjaan sekitar 50.000 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari jumlah tenaga kerja yang ada di Kabupaten Bantul.

Untuk itu, tenaga kerja atau para pekerja yang belum tercover jumlah tergolong cukup banyak. Para pekerja ini rata-rata bekerja di sektor informal seperti UMKM. Sehingga melalui kerja sama yang dibangun antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemkab Bantul diharapkan jumlah kepesertaan akan bertambah.

“Langkah yang akan kami lakukan dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman manfata dari program BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Asri menjelang.

Karena sesuai Inpres Nomor 02 Tahun 2021 yang dikeluarkan 25 Maret 2021 menyebutkan jaminan sosial bagi tenaga kerja sifatnya wajib. Untuk itulah kementerian sampai dengan gubernur maupun bupati harus ikut menyosialisasikan aturan ini sampai ke perusahaan maupun pekerja. Semua pekerja penerima upah, baik pekerja informal sampaikan pekerja jasa konstruksi harus terlindungi dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bantul, Unggul Saflan menyatakan, selama tahun 2020 ini BPJS Ketenagakerjaan telah mengeluarkan dana hampir Rp 9,5 miliar untuk diserahkan kepada 1.223 penerima manfaat di Bantul. Para penerima manfaat itu berasal dari program jaminan kematian, kecelakaan kerja dan jaminan hari tua.

“Sampai saat ini sebagian besar penerima manfaat merupakan peserta jaminan hari tua karena terkena PHK. Sehingga ketika pandemi Covid-19 ini terus berlangsung maka pencairan jaminan hari tua akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya PHK yang terjadi,” pungkasnya. (Usa)

Read previous post:
LAPAS NARKOTIKA YOGYA DEKLARASI ANTI NARKOBA-Sipir Jadi Kurir Narkoba Bakal Langsung Dipecat

Close