Halim-Joko Fokus Realisasi Janji Kampanye

BANTUL (MERAPI) – Setelah perhelatan Pilkada yang cukup panjang akhir 2019 lalu, Jumat (26/2) hari ini, pasangan Abdul Halim Muslih–Joko B Purnomo resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Keduanya memiliki prioritas pekerjaan yang sama, yakni fokus pada realisasi janji kampanye.

Beberapa hal pun disampaikan Halim, sapaan Abdul Halim Muslih ditemui saat melakukan persiapan pelantikan sehari sebelumnya. Salah satunya adalah skema realisasi alokasi anggaran Rp 50 juta pertahun setiap dusun dan realisasi pariwisata berbasis komunitas.
Ayah dua putri ini menceritakan bahwa sejumlah janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat sebelumnya sebenarnya sudah dirumuskan secara teknis. Sehingga saat ini tinggal melaksanakan skema dan mencari solusi jika terkendalan teknis pelaksanaannya. Halim mengakui jika program alokasi anggaran pembangunan tiap dusun pertahun tersebut merupakan salah satu prioritas yang akan direalisasikan mulai tahun anggaran 2022 mendatang. “Rumusan secara teknis sudah disiapkan pada saat itu sebelum Pilkada, sekarang tinggal melaksanakan rumusan tersebut, semoga tidak ada kendala yang berarti,” ungkapnya.

Seluruh program yang disampaikan pada saat kampanye itu sudah termuat dalam visi-misi pasangan ini. Halim mengatakan tidak mudah merealisasikan visi-misi itu jika tidak mengusai langkah birokrasinya. Pengalaman dua periode di kursi legislatif dan satu periode di eksekutif sebelumnya, membuat Halim yakin akan dapat merealisasikan janjinya. Langkahnya adalah memastikan terlebih dahulu program-program prioritasnya itu masuk dalam rencana pembangunan jangka menengan daerah (RPJMD) Bantul. Jika sudah masuk dalam RPJMD itu, Halim bersama Joko Purnomo akan menyiapkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan menjalankan program. “Kami janjikan dalam kampanye karena kami yakin bisa kami lakukan, dan tentu saja secara teknis sudah kita rumuskan. Tinggal sekarang kita menyiapkan peraturan-peraturan bupati yang seperti apa yang dibutuhkan,” terangnya kemarin.

Lebih lanjut, politisi PKB ini mengatakan program prioritas lainnya adalah pengembangan pariwisata Bantul berbasis komunitas. Menurutnya, pariwisata adalah sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun begitu hal lain yang lebih penting adalah pariwisata sebagai sektor untuk menyejahterakan masyarakat terutama disekitar lokasi wisata itu sendiri. Sehingga Halim menyebut jika pengembangan pariwisata berbasis komunitas itu harus segera dilakukan. Seperti halnya desa wisata atau wisatala lain yang dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat langsung. Dimana semakin maju periwisata itu, maka dampaknya pun akan langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar. “Selain wisata basis komunitas, ada hal lain, seperti pengelolaan sampah yang harapannya bisa selesai sampai tingkat desa,” imbuhnya.

Sementara itu, Joko B Purnomo mengungkapkan bahwa tugasnya sebagai Wakil Bupati tentu saja tidak jauh dari apa yang disampaikan Abdul Halim Muslih. Joko mengaku jika dia sudah siap untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya. Meskipun kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik karena terdampak pandemi, pihaknya yakin sekala prioritas pembangunannya tidak akan terganggu. Bahkan program-program itu merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bantul untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pria yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul itu mengatakan bahwa reformasi birokrasi juga akan terus dilakukan untuk menciptakan pelayanan yang lebih prima kepada msayarakat. “Saya siap dengan Mas Halim untuk berlari supaya kondisi masyarakat sekarang ini bisa lebih baik lagi,” ungkapnya. (C-1)

Read previous post:
Tergiur Untung, Baby Sitter Jadi Pengedar Sabu

Close