KPU Bantul Evaluasi Pemilihan Berjejaring

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Didik Joko Nugroho

BANTUL (MERAPI) – Dalam persiapan penetapan calon terpilih, KPU Bantul juga melakukan evaluasi tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul tahun 2020. Sehingga nantinya dalam penetapan bupati dan wakil bupati tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho mengatakan, evaluasi ini dilakukan secara berjenjang mulai dari PPS, PPK dan KPU Bantul. Didalam evaluasi ini PPS dan PPK diminta untuk menyampaikan gambaran pelaksanaan di setiap tahapan sejak pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih, sampai dengan rekapitulasi hasil ditingkat kecamatan.

“Dalam evaluasi ini juga disampaikan dinamika penerapan protokol kesehatan pada saat pemungutan dan penghitungan suara. Seperti kita ketahui bersama pemilihan ditengah pendemi covid-19 ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Didik kepada wartawan, Jumat (15/1).

Untuk itu, keselamatan dan kesehatan peserta, pemilih dan penyelenggara pemilihan menjadi prioritas KPU Bantul dalam melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul tahun 2020. Anggaran yang diperuntukkan untuk penerapan protokol kesehatan di TPS berkisar 12 miliar yang bersumber dari APBN. Sedangkan untuk anggaran dari hibah Pemda Bantul sebanyak 24 miliar diperuntukkan untuk teknis penyelenggaraan.

Anggaran ini dipergunakan untuk rapid tes KPPS sebanyak 14.595 orang dan petugas ketertiban TPS sebanyak 4.170 orang. Selain kebutuhan rapid tes, kebutuhan alat pelindung diri di TPS yang lain berupa disinfektan, masker serta sarung tangan plastik bagi pemilih.

Didik menilai penerapan protokol kesehatan di TPS sudah berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari patuhnya para pemilih untuk memakai masker dan menjaga jarak selama pemungutan suara berlangsung. Selain penerapan protokol kesehatan, penerapan aplikasi Sirekap dalam penghitungan suara juga menjadi titik tekan evaluasi yang disampaikan baik oleh PPK dan PPS.

Aplikasi Sirekap yang dipraktikkan KPPS pada saat pemungutan suara maupun PPK saat rekapitulasi hasil masih mengalami kendala akses yang sulit sehingga tidak bisa digunakan secara maksimal. “Sehingga dalam penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih dapat terlaksana dengan lancar sesuai protokol kesehatan seperti saat kencing,” tegasnya. (Usa)

Read previous post:
TK ABA Jetis IV Godean Bangun Gedung Baru

GODEAN (MERAPI) - TK ABA Jetis IV Sidoagung Godean Sleman yang berdiri sejak 2003 silam, jumlah siswanya semakin bertambah. Karena

Close