Tenaga Kesehatan Simulasi Suntik Vaksin Covid-19

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Pelaksana simulasi penyuntikan vaksin Covid-19 di RSPS Bantul

BANTUL (MERAPI) – Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bantul melakukan simulasi penyuntikan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Bantul, Rabu (13/1). Pelaksana simulasi dilakukan untuk memberikan kesiapan nakes dalam pelaksanaannya vaksinasi.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi pertama untuk para pejabat pada 14 Januari ditunda. Dari hasil zoom terkahir untuk pertama dilakukan di wilayah provinsi DIY, kota Yogyakarta dan Sleman,” ujar Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Abednego Dani Nugroho kepada wartawan di sela-sela simulasi vaksinasi.

Disebutkan, untuk tahap awal, Pemda DIY mendapat alokasi sebanyak 26.800 vaksin. Jumlah tersebut tidak mencukupi untuk pelaksanaannya vaksinasi tahap pertama sehingga Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul dilakukan penundaan.

Untuk itu, Kabupaten Bantul akan menerima vaksin tahap kedua sekitar dua Minggu kemudian. Dengan begitu pemberian vaksin dapat diberikannya pertama kali sekitar awal Februari.

Disebutkan, nantinya vaksin yang dikirim ke Bantul akan disimpan ruang penyimpan Cold Chain milik Dinkes Bantul. Di tempat ini ada alat khusus untuk menyimpan vaksin Covid-19 agar tidak rusak.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, Dinkes Bantul telah menyiapkan 27 puskesmas, 6 rumah sakit baik pemerintah dan swasta serta satu klinik yang teregister. Setiap fasilitas kesehatan (faskes) akan disiapkan sekitar 8 sampai 10 orang untuk melakukan penyuntikan vaksin.

Dengan jumlah nakes yang disiapkan, Dinkes Bantul menargetkan setiap pelayanan dalam 1 hari kerja minimal 3 jam. “Kita membuat target satu kali pelayanan selama 1 jam yang dapat divaksin 20 orang. Sehingga dalam sehari dapat divaksin sebanyak 60 orang disetiap faskes,” tegasnya. (Usa)

Read previous post:
Vaksin Terbatas, DPRD DIY Tak Minta Diprioritaskan

Close