SOSIALISASI PRANATAN ANYAR PLESIRAN JOGJA: Jangan Takut Lagi Menerima Tamu Wisatawan

MERAPI-ISTIMEWA
Suasana sosialisasi di Desa Wisata Karangtengah Imogiri Bantul.

IMOGIRI (MERAPI) – Pengelola Desa Wisata Karangtengah Imogiri Bantul mengikuti Sosialisasi Pranatan Anyar Plesiran Jogja yang dinisiasi oleh Dinas Pariwisata DIY bekerjasama dengan DPRD DIY, Senin (16/11). Acara tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman kepada pelaku wisata yang ada di desa wisata dalam melayani pengunjung, mempersiapkan pelaku wisata serta mempersiapkan fasilitas pendukung lainnya yang sesuai dengan SOP pranatan anyar plesiran Jogja.

Sosialisasi menghadirkan narasumber berasal dari asosiasi pariwisata yang memberikan penjelasan mengenai alur dan mekanisme dasar protokol kesehatan di masa New Normal.

Peserta yang merupakan pengelola Desa Wisata Karangtengah juga mendengarkan penjelasan mengenai sarana dan prasarana yang wajib tersedia di desa wisata antara lain tempat cuci tangan dengan air mengalir dilengkapi dengan poster petunjuk sesuai protokol kesehatan, alat ukur suhu (thermo gun), hand sanitizer, alat pelindung diri sesuai kebutuhan karyawan/petugas, layanan pengelolaan kunjungan antara lain digital ecosystem untuk e-reservasi, e-tiket dan pembayaran non tunai serta sarana khusus untuk layanan informasi kedaruratan dan fasilitas isolasi.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD DIY yakni Suharwanta. Menanggapi acara sosialisasi pranatan anyar Desa Wisata Karangtengah, dikatakannya bahwa Jogjakarta harus siap menerima wisatawan, para warga juga dianjurkan untuk menjaga diri sesuai aturan yang berlaku. Oleh karenanya Suharwanta mengatakan, desa wisata yang ada di DIY harus dapat membiasakan diri dengan pola baru agar dapat memutus penyebaran virus Corona.

“Baik warga maupun wisatawan harus bisa menjaga diri sesuai protokol kesehatan agar semuanya aman. Wisata jogja segera melayani pengunjung dengan memakai pola baru plesiran jogja sehingga temen-temen tidak takut lagi menerima tamu” jelasnya

Selain itu Sosialisasi Pranatan Anyar Plesiran Jogja juga dilaksanakan di Desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman Rabu (18/11).
Wardoyo selaku Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY menjelaskan acara sosialisasi pranatan anyar plesiran Jogja merupakan upaya pemerintah daerah untuk menguatkan desa wisata di DIY dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi untuk mengantisipasi adanya klaster baru. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Dinas Pariwisata DIY bersama DPRD DIY Komisi B yang akan diselalu digencarkan kepada masyarakat sehingga masyarakat paham dan mau mengikuti aturan yang berlaku.

“Masyarakat kita harapkan bisa taat aturan dengan cara memakai masker, menjaga jarak mencuci tangan juga aturan lainnya dalam melayani wisatawan. Terus kita upayakan dan kita dorong agar paham dan kuat sehingga roda perekonomian masyarakat berbasis wisata terus berputar.” ujarnya
Sosialisasi Pranatan Anyar Plesiran Jogja dilanjutkan di desa wisata Santan pada 19 November, Desa Wisata Srikemenut pada 20 November dan Desa Wisata Banjaroya pada 21 November 2020. (*)

Read previous post:
Siswa di Gunungkidul Terpapar Corona, Pemkot Yogya Waspada

Close