PELAKSANAAN KONSULTASI PELAJARAN: Disdikpora Minta Kerjasama Sekolah dan Orangtua

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Para siswa dengan memakai masker langsung pulang ke rumah setelah mengikuti konsultasi pelajaran.

BANTUL (MERAPI) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul meminta kerja sama orang tua atau wali serta pihak sekolah untuk pelaksanaan konsultasi pelajaran di sekolah. Dengan kerjasama tersebut maka segala kesulitan siswa selama belajar di rumah dimasa pandemi dapat diatasi.

“Perlu dipahami masyarakat, kedatangan siswa ke sekolah bukan kegiatan sekolah tatap muka. Tetapi ini konsultasi pelajaran yang dilakukan para sekolah setelah adanya arahan dari Disdikpora,” ujar Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bantul, Riswidodo SIP MM kepada wartawan, Rabu (11/11).

Disebutkan, untuk tahap uji coba konsultasi pelajaran telah resmi dilaksanakan pada 1 Sepetember lalu. Meski sebagian sekolah telah melakukan konsultasi pelajaran jauh-jauh hari sebelumnya.

Kegiatan konsultasi pelajaran sendiri wajib dilakukan sekolah. Tetapi bagi orang tua atau wali dipersilakan untuk mengikuti atau tidak. Kalau ada kekhawatiran terkait kegiatan di sekolah sehingga tidak mengikuti konsultasi pembelajaran tidak masalah.

Untuk itu Disdikpora berharap sekolah melaksanakan protokol kesehatan sehingga jangan sampai ada siswa terpapar di sekolah. Salah satunya standar pelayanan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah seperti kapasitas ruangan maksimal digunakan untuk sepertiga jumlah siswa.

“Misalnya kapasitas ruangan mencapai 30 siswa maka dapat digunakan untuk 10 siswa. Ketika akan masuk harus cuci tangan dan memakai masker dan tidak ada kerumunan di luar sekolah maupun di dalam kelas,” tambah Riswidodo menjelaskan.

Selain itu setelah selesai konsultasi pelajaran para siswa diperbolehkan segera pulang. Kegiatan tersebut akan lebih efektif bila wali atau orang tua menunggu anaknya saat konsultasi pembelajaran karena waktunya hanya sekitar 1,5 jam.

Kegiatan ini sangat membantu siswa untuk memahami kira-kira apa saja yang harus dipelajari di rumah. Konsultasi pelajaran difokuskan untuk mata pelajaran esensial seperti matematika dan bahasa Indonesia. Untuk itu paling tidak para siswa dan orang tua memahami kisi-kisi yang harus dipahami.
“Dengan begitu saat siswa belajar di rumah ada pendamping orang tua atau wali yang dipandu sekolah. Harapan konsultasi pelajaran dapat membantu mengatasi kesulitan siswa dan belajar di rumah dapat dilakukan secara maksimal,” tegas Riswidodo. (Usa)

Read previous post:
Menapak Satu Dekade, Gojek Gandeng 900 Ribu Mitra UMKM

Close