BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Pantai Selatan

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Wisatawan diimbau untuk tidak mendekat ke bibir pantai saat awal musim hujan seperti saat ini.

BANTUL (MERAPI) – Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas meminta masyarakat khususnya di wilayah pantai selatan mewaspadai gelombang tinggi diawal musim hujan. Pasalnya saat awal musim hujan pada Oktober 2020 dibarengi dengan terjadinya badai tropis akan menimbulkan gelombang pasang.

“Untuk itu ketika terjadi hujan diharapkan jangan pergi ke pantai maupun para nelayan menunda mencari ikan. Hal ini akan membahayakan wisatawan maupun nelayan yang melaut,” ujar Reni Kraningtyas dalam kunjungan ke Pemkab Bantul, Rabu (21/10).

Disebutkan, musim hujan yang terjadi akhir tahun 2020 dan awal 2021 berpotensi terbentuknya badai tropis di Samudera Hindia dan Laut Selatan Jawa. Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak berada di pesisir pantai terutama ketika terjadi hujan.

Dengannya adanya badai tropis akan menimbulkan gelombang tinggi. Untuk itu perlu diwaspadai bila ada badai tropis akan berpotensi terjadi curah hujan maupun gelombang laut tinggi termasuk angin kencang.

Selain itu pada musim hujan tahun ini diprediksi terjadi fenomena La Nina yang terjadi di Indonesia juga akan berdampak di wilayah DIY. “Prediksi kami, fenomena La Nina ini akan terjadi selama 6 bulan ke depan pada bulan Oktober hingga Maret 2021,” lanjut Reni menjelaskan.

Reni Kraningtyas

Fenomena La Nina atau anomali suhu perairan mencapai dititik terendah diprediksi akan menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan yang berlebih. Apalagi di Bantul merupakan daerah hilir akan berpotensi terjadi bahaya banjir cukup signifikan.

Dengan begitu, yang diperlu diwaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor yang disertai angin kencang dan petir. “Di Bantul masyarakat perlu untuk mengantisipasi bahaya banjir, tanah longsor dan puting beliung dengan memperhatikan drainase agar tidak tersumbat. Selain itu masyarakat harus memangkas pohon yang rimbun akan tidak roboh dan membahayakan,” tegasnya. (Usa)

Read previous post:
Ngebet Punya Motor, Nekat Curi Emas Majikan

Close