KBU Bagikan 1050 Paket Sembako untuk Warga Rentan Terdampak Covid 19

MERAPI-TEGUH   Ketua Kelompok Belajar Ummahat Ummu Shifa memberikan bingkisan paket sembako kepada warga didampingi sejumlah relawan.
MERAPI-TEGUH
Ketua Kelompok Belajar Ummahat Ummu Shifa memberikan bingkisan paket sembako kepada warga didampingi sejumlah relawan.

PIYUNGAN (MERAPI) – Para ibu yang tergabung dalam jama’ah Kelompok Belajar Ummahat (KBU), Sitimulyo, Piyungan Bantul bersinergis dengan Halakoq Silsilah Ilmiyyah (HSI) Indonesia, menggelar Dakwah Sosial (Daksos), dengan membagi paket sembako sebanyak 1050 kepada warga masyarakat rentan ekonomi akibat dampak Covid 19 yang sedang berjangkit saat ini.

Selain kelompok yang rentan ekonomi, kaum dhuafa para janda serta kelompok fakir miskin di Desa Sitimulyo menjadi sasaran utama dari Dakwah Sosial yang telah berlangsung lima tahun belakangan ini. Sebagai mana diungkap Ketua KBU Ummu Shifa, biasanya setiap tahun KBU menggelar kegiatan Dakwah Sosial dengan berbagai acara seperti donor darah, bazar murah, santunan serta pengajian.
“Namun karena saat ini sedang terjadi wabah dan keadaan pun tidak kondusif untuk menggelar kegiatan seperti itu, sehingga kami menyelenggaran kegiatan dalam bentuk lain yaitu berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan terdampak secara ekonomi akibat wabah Virus Corona ini,” ucap Shifa ketika ditemui Merapi di salah satu Posko Dakwah Sosial di Karanggayam, Sitimulyo Piyungan, Minggu (12/4).

Dijelaskan Shifa untuk menyalurkan 1050 paket yang berisi beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng serta mie dan perlengkapan lain seperti masker juga snack dan minuman suplement pihaknya dibantu oleh puluhan relawan yang menyebar di 6 posko. Hal ini menurut Shifa agar tidak terjadi kerumunan massa sehingga para relawan harus bersiaga di enam titik diantaranya dusun Pagergunung, Banyakan, Karanggayam, Ngampon, Madugondo dan Karanganom. Dari 21 dusun yang ada di Desa Sitimulyo, warga masyarakat mengambil bingkisan paket sembako sesuai dengan lokasi Posko dan waktu yang tertera dalam undangannya.
“Data kita dapatkan dari perangkat RT juga kepala Dusun sehingga benar-benar dapat menyisir masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu menurut salah satu relawan Purwanto, semula memang terlihat sangat sulit kalau mengumpulkan 1050 orang, apa lagi dalam kondisi seperti saat ini. Sehingga pihaknya memilih dengan membuat enam titik posko pengambilan untuk dapat menyisir warga sesuai dengan data yang telah didapat dari pemerintahan desa Sitimulyo.
“Semua posko berjalan bagus tidak ada menumpukan massa, warga masyarakat tertib dalam pengambilan paket sembako sesuai lokasi dan waktunya. Sehingga posko banyak yang terlihat sepi karena begitu datang langsung diberi dan warga langsung pulang ke rumah masing-masing,” urai Purwanto. (C-3)

Read previous post:
2020, Kementan Siap Bangun 400 Unit Embung, Dam Parit dan Long Storage

Close