ATASI MASALAH SAMPAH: Desa Sidomulyo Dirikan Bank Sampah

MERAPI-AWAN TURSENO  Edi Murjita sedang menyampaikan rencana pendirian bank sampah di wilayah Desa Sidomulyo.
MERAPI-AWAN TURSENO
Edi Murjita sedang menyampaikan rencana pendirian bank sampah di wilayah Desa Sidomulyo.

BAMBANGLIPURO (MERAPI) – Sampah selama ini menjadi permasalahan yang harus segera ditangani, karena berdampak pada pencemaran lingkungan. Bahkan, apabila dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit, menyebabkan banjir, merusak tanah, mencemari air maupun dampak negatif lain. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan penanganan yang bijak agar tepat dalam mengolah sampah. Salah satunya dengan memanfaatkan sampah tersebut menjadi sesuatu yang berguna bahkan bersifat ekonomis. “Problem sampah dimana-mana pasti ada, termasuk di Desa Sidomulyo. Tetapi kita harus mensikapi hal itu dengan arif. Bahkan kita harus dapat mengolah sampah tersebut menjadi yang berguna dan menghasilkan uang,” kata Kepala Desa Sidomulyo, Edy Murjita pada Sosialisasi Pengolahan Sampah dan Pendirian Bank Sampah sekaligus Sosialisasi Berlalu Lintas yang Aman di balai desa setempat, Kamis (13/2).

Sosialisasi diikuti kepala sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA se-Desa Sidomulyo, Dukuh se-Desa Sidomulyo kader dari masing-masing padukuhan dan tokoh masyarakat. Sedangkan Sosialisasi Sosialisasi Berlalu Lintas dipimpin oleh Kanit Lantas Polsek Bambanglipuro, Iptu Tri Wulandani. Dijelaskan Edi Murjita, keberadaan sampah terutama yang dihasilkan dari rumah tangga dapat dijadikan peluang untuk menambah penghasilan masyarakat. Yaitu dengan cara mengolah dan dimanfaatkan baik sebagai pupuk organik maupun menjadi kreasi yang layak jual.

Selain dapat menambah penghasilan warga penanganan sampah juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Sidomulyo. Yaitu dengan cara mendirikan bank sampah dimasing-masing pedukuhan, sekolah-sekolah maupun tempat lain. Direncanakan, pada tahun 2020 Pemerintah Desa Sidomulyo bekerja sama dengan BUMDes setempat akan mulai membentuk bang sampah di setiap padukuhan. Sampah yang sudah dipilah akan diambil dengan sistem jemput bola, berlangganan atau sistem menabung. 

Untuk yang berlangganan, pihak pengelola akan mengambil sampah ke rumah warga dengan biaya minimal Rp 15 ribu atau tergantung banyak sedikitnya sampah yang dihasilkan. Sedangkan sistem menabung, warga dapat mengumpulkan di rumah, setelah banyak kemudian disetorkan ke pengelola atau pengepul dan akan dinilai menurut harga sampah tersebut. Edi Murjita menambahkan bahwa warga diberi kebebasan dalam memilih bang sampah yang diinginkan yaitu sistim jemput bola atau sistem menabung. “Yang jelas, dengan adanya bang sampah di Desa Sidomulyo, selain bisa menambah penghasilan warga juga bisa tercipta masyarakat yang sehat dan jauh dari berbagai macam penyakit. Masyarakat harus berpedoman bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman,” pungkasnya. (C-7)

Read previous post:
CELANA DALAM PINK DI DALAM EMBER (2-HABIS) – Sabun Cuci dan Minyak Goreng Tak Pernah Habis

SELANG dua hari celana dalam warna pink itu sudah ada lagi di tumpukan cucian. Aneh! Bulu kuduk saya sempat berdiri.

Close