JELANG PILKADA BANTUL DAN GUNUNGKIDUL: Kapolda Wanti-wanti Jaga Kondusivitas

MERAPI-RIZA MARZUKI    Jajaran Polres dan Pemkab Bantul bersama Kapolda DIY usai simulasi.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Jajaran Polres dan Pemkab Bantul bersama Kapolda DIY usai simulasi.

BANTUL (MERAPI) – Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar menekankan agar anggotanya fokus dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelaksanaan Pilkada tahun 2020. Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung periapan pengamanan pilkada di Mapolres Bantul, Rabu (12/2) pagi. Pesan serupa disampaikan Kapolda DIY saat di Mapolres Gunungkidul.

Dalam Kegiatan tersebut digelar simulasi pengamanan pilkada yang melibatkan berbagai unsur kepolisian di halaman Mapolres. Kapolda mewanti-wanti untuk tidak terlena dan menganggap pilkada sebagai rutinitas lima tahunan yang biasa. Untuk mengelola keamanan dan ketertiban, pihaknya memerlukan cara bertindak yang tepat. Sehingga dia berpesan agar anggotanya mencermati tiap tahapan pemilihan kepala daerah untuk mengidentifikasi semua potensi kerawanannya. Bahkan pihaknya memaparkan tantangan dan tugas berat kepolisian untuk menjaga kamtibmas jelang Pilkada. “Pilkada di tiga wilayah di DIY harus dikawal dengan baik, kita harus menjalankan tugas dengan serius, senang, dan ikhlas,” ujarnya di hadapan ratusan anggotanya.

Usai simulasi penanganan unjuk rasa, Kapolda menjelaskan jika polisi selalu siap menangani segala kondisi yang diakibatkan karena konflik dalam pilkada. Termasuk jika terjadi chaos atau kerusuhan, maka pasukannya siap untuk mengamankan. Bahkan pihaknya sudah melihat kesiapan pasukan pengendali massa yang terlatih sebelumnya. Tidak sampai disitu, jika pasukan ini nantinya tidak mampu mengendalikan situasi maka akan diterjunkan pasukan pengendali huru hara (PHH). Setidaknya sebanyak 1500 anggotanya disiagakan dalam rangka pengamanan Pilkada 2020. “Kami didukung juga oleh instansi terkait, TNI, dan Banser,” urainya.

Selain itu, Kapolda berulangkali mengingatka komitmen kepolisian dan integritas anggotanya. Anggota Polri disebutnya harus dapat memposisikan diri sebagai pemberi pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat karena Polisi adalah pelayanan bukan pejabat. Pihaknya menegaskan jangan pernah anggota Polri menakut-nakuti masyarakat apalagi melakukan pemerasan. “Sudah bukan jamannya lagi. Carilah uang yang bermartabat, bahasa agamanya carilah rejeki yang halal,” ungkapnya.

Perannya sebagai pengayom masyarakat harus ditunjukkan dengan itikad baik. Kapolda tegas akan melakukan tindakan sesuai aturan jika mendapati anggoatanya melakukan pelanggaran. Dia tidak akanmemberikan toleransi kepada anggota polisi yang mencoba melakukan pemerasanterlebih lagi pelanggaran hukum lain seperti berjudi. Dia menegaskan sikapnya itu bukan karena membenci, namun sistem harus dapat memproses semua pelanggaran yang dilakukan. “Pesan saya tolong dilaksanakan, Jaga komitmen dan integritas,” tegas Irjen Pol Asep Suhendar. (C-1)

Read previous post:
CELANA DALAM PINK DI DALAM EMBER (1) – Sudah Dicuci Tapi Tak Ditemukan di Jemuran

KEJADIAN ini benar-benar saya alami, dan sampai sekarang masih membekas dalam ingatan. Anak saya yang mbarep pun masih ingat dengan

Close