Mobil Relawan Datang Membawa Beras, Tangis Mbah Wajem Seketika Pecah

MERAPI-RIZA MARZUKI   Mbah Wajem menerima bantuan beras dari relawan.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Mbah Wajem menerima bantuan beras dari relawan.

SRANDAKAN (MERAPI) – Sebuah rumah berukuran 4×6 meter di Selobentar, Srandakan, Bantul menjadi salah satu sasaran distribusi bantuan oleh Komunitas Berbagi Beras, Minggu (26/1). Rumah berdinding bata itu adalah tempat tinggal Mbah Wajem, janda 80 tahun yang hidup seorang diri. Mbah Wajem merupakan salah satu dari 891 penerima bantuan dari komunitas tersebut.

Mbah Wajem bergegas pulang dari sawah saat mobil relawan berhenti di gang sempit samping rumahnya. Wanita renta ini berusaha berjalan secepat mungkin, meski tubuh bungkuk seakan membebani langkahnya. Sebuah sapu dan besek berisi sedikit gabah di tangan, mata Mbah Wajem mulai berkaca-kaca melihat sebungkus beras yang dikeluarkan dari mobil. “Alhamdulillah, sampean isih ngewangi kulo (anda masih membantu saya)”, ungkapnya sembari menerima sebungkus beras dan nasi kotak dari relawan.

Para relawan ini seperti membawa kelegaan luar biasa bagi Mbah Wajem yang setiap hari mengais gabah sisa panen petani. Usia renta dan tubuh yang sudah tidak sekuat dulu membuatnya kesulitan untuk mengumpulkan banyak gabah. Gabah yang dipungut itu menjadi simpanan bahan makanan manakala tidak ada yang memberinya bantuan. “Biasane anak kulo ngirimi sego, kulo lumpuke gabahe eman-eman (Biasanya anak saya mengirim nasi, gabah ini saya kumpulkan sayang),” ungkapnya.

Sudah 15 tahun Mbah Wajem hidup sendiri di sebuah rumah bantuan yang dibangun di atas tanah peninggalan orangtuanya. Dia hanya memiliki seorang putra yang kini tinggal bersama menantunya. Sesekali putra semata wayangnya itu datang mengirimkan makanan. Ketika tidak ada makanan, Mbah Wajem memasak nasi di dapur samping rumah. Dia memetik dedaunan dan sayuran untuk dimasak agar nasinya tidak berasa hambar. “Nggih metiki godong telo ngarepan niku, wingi diparingi endog enem malah ilang telu (Ya memetik daun ketela depan rumah, kemarin diberi bantuan enam butir telur tapi hilang 3 butir),” ungkapnya menyesalkan jumlah telur ayam miliknya yang tiba-tiba berkurang.

Setiap bulan, Mbah Wajem menerima sekidikinya 5 kilogram beras dari Komunitas Berbagi Beras (KBB) . Komunitas ini memang menargetkan duafa dan wanita lansia yang tinggal sendiri menjadi penerima donasi, seperti Mbah Wajem. Koordinator KBB, Zaenuri menyebutkan jumlah penerima bantuan setiap bulannya mengalami peningkatan, seiring bertambahnya jumlah donasi yang masuk. Penerima bantuan menurutnya tersebar di empat kabupaten, yakni Bantul, Kulonprogo, Sleman, dan Gunungkidul. “Total semua 891 orang penerima, di Bantul sendiri ada 585 penerima. Prioritasnya itu wanita debatangkara,” sebutnya saat ditemui di Sekretariat KBB, Srandakan.

Pihaknya menyalurkan rata-rata lima kilogram beras kepada satu penerima setiap bulannya. Tidak hanya itu, komunitas ini juga memberi bantuan lain sesuai kebutuhan. Seperti kursi roda, alat bantu jalan, kasur, selimut, sembako dan juga program bedah rumah. Bantuan-bantuan itu dihimpun dari sedikitnya 400 donatur tetap yang saat ini sudah tergabung. Sedangkan untuk barang-barang seperti kursi roda komunitas ini bekerjasama dengan BMT Muamalat. Untuk distribusi, KKB bekerjasama dengan komunitas relawan lain dan juga karangtaruna setempat. “Bulan ini kalau ditotal berasnya sebanyak 4,4 ton. Itu disalurkan oleh 200 relawan teman-teman kami,” imbuhnya.

Komunitas ini awalnya terbentuk dari ikatan alumni SMA Sanden. Kemudian dua tahun lalu membuat lembaga KBB menyusul bertambahnya jumlah donatur diluar alumni. Setiap bulan para donatur tetap itu mengirimkan uang mulai Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta. Donasi tersebut lalu diwujudkan menjadi berbagai kebutuhan harian para penerima bantuan. Jumlah donasi yang diterima menurut Zaenal selalu mengalami peningkatan, untuk bulan ini saja disebutkan mencapai Rp 46 juta. “Untuk pendataan kita kerjasama dengan karangtaruna setiap kecamatan, dengan survey dulu memastikan kondisi dan kebutuhannya,” pungkas Zaenal. (C-1)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Petugas Dishub Gunungkidul memasang CCTV di Terminal Semin.
Terminal Semin Dipasang CCTV

SEMIN (MERAPI) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul memasang kamera pengawas (CCTV) dan internet gratis di Terminal C Semin, untuk

Close