Pondasi Jembatan Hampir Ambrol, Penghubung Pajangan-Kasihan Terancam Putus

MERAPI-RIZA MARZUKI   Sodri menunjukkan pondasi jembatan yang rusak.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Sodri menunjukkan pondasi jembatan yang rusak.

BANTUL (MERAPI) – Musim hujan tahun ini menjadi puncak kekhawatiran warga Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul. Pasalnya pondasi dan talud jembatan yang menghubungkan Dusun Gupakwarak dan Dusun Dadabong rusak. Jembatan itu berada di jalan yang menjadi penghubung utama Kecamatan Pajangan dan Kecamatan Kasihan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi A DPRD Bantul, Senin (20/1) diketahui kondisi Jembatan Kalibogor tersebut sudah sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Dukuh Gupakwarak, Sodri mengungkapkan pondasi jembatan sisi selatan sudah rusak. Sementara itu talud sisi timur dan barat jembatan sudah ambrol dan menyisakan retakan-retakan cukup panjang. Rusaknya jembatan Kalibogor menurutnya sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Sebenarnya jembatan itu melintang di atas sungai kecil. Sehingga debit airnya tidak selalu besar. Namun ketika musim penghujan sungai itu menjadi jalur aliran air dari perbukitan di sekitar lokasi. “Kalau pas musim hujan bisa banjir, karena lokasi ini ledokan. Banjirnya sampai ke pemukiman dan menutup jalan,” jelasnya.

Sodri menambahkan pembangunan jembatan ini pada tahun 1999 silam. Saat itu masyarakat secara swadaya membuat jembatan dengan dana sesuai kemampuan saja. Apalagi saat itu memang tidak ada perhitungan secara detai terkait kekuatan jembatan yang memiliki lebar 6 meter tersebut. Sehingga wajar jika saat ini kondisinya sudah rusak. Terlebih lagi selama 20 tahun atau sejak pertamakali dibangun, belum pernah dilakukan rehab atau pembangunan penguatan jembatan. “Pondasinya ya hanya seperti talud, jadi ya memang membutuhkan jembatan baru,” ungkapnya.

Jembatan yang dibangun oleh warga enam pedukuhan di desa tersebut, menurit Sodri sering dilalui kendaraan dengan tonase yang besar. Salah satunya adalah kendaraan jenis kontainer yang mengirim atau mengambil barang dari beberapa gudang dan pabrik di sekitarnya. Karena menjadi penghubung Pajangan dan Kasihan, lalulintas di jalan tersebut cukup padat. “Kita akan buat papan pengumuman agar kendaraan dengan tonase besar tidak melintas dulu. Biar tidak bahaya,” imbuhnya.

Pria 56 tahun itu mengatakan kerawanan kecelakaan di sekitar jembatan pun sangat tinggi. Hampir tiap pekan terjadi kecelakaan yang melibatkan para pelintas. Salah satu pemicunya adalah kondisi jembatan yang lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan. Hal ini karena sambungan jalan dan jembatan sering amblas. “Dari selatan jalanan menurun, tiba-tiba lewat jembatan ini seperti ngetril,” paparnya.

Kepala Desa Sendangsari, Muh Irwan Susanto mengatakan pemerintah desa tidak dapat menganggarkan perbaikan menggunakan APBDes. Lantaran status jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten. Sehingga pihaknya berharap Pemkab Bantul bisa turun tangan. Sementara ini untuk penanganan sementara, pihaknya akan mengajukan permohonan bantuan kepada dinas terkait. Sehingga sebelum pembangunan jembatan baru dilakukan, jembatan ini tidak ambruk. “Ya untuk penanganan sementara dulu, semoga nanti bisa karena kalau menunggu satu tahun lagi kami khawatir jembatan ini tidak bertahan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim mendorong agar Pemkab dapat memprioritaskan pengganti jembatan ini segera dibangun. Paling tidak kesempatan penganggaran bisa dilakukan pada perubahan APBD 2020 mendatang. Terlebih lagi menurutnya pemerintah memiliki pos anggaran tak terduga untuk kebencanaan. Bupati menurutnya harus bisa menggunakan anggaran itu untuk penanganan kedaruratan. Tidak terkecuali Jembatan Kalibogor yang tinggal menunggu waktu untuk ambrol. “Ini musim hujan, kalau ada pembiaran akan sangat bahaya,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
Kementan Pastikan Penyaluran Pupuk di Gowa Cukup.

GOWA (HARIAN MERAPI)  - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) meminta produsen segera menyalurkan pupuk

Close