Jumlah Fraksi DPRD Bantul Berkurang

MERAPI-RIZA MARZUKI  Ketua DPC PDIP, Joko Purnomo bersama Ketua DPC PKB, Abdul Halim Muslih.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Ketua DPC PDIP, Joko Purnomo bersama Ketua DPC PKB, Abdul Halim Muslih.

BANTUL (MERAPI) – Jumlah fraksi di DPRD Bantul periode kali ini dimungkinkan berkurang. Pasalnya ada empat partai yang memperoleh jumlah kursi di bawah ambang batas minimum satu fraksi. Sementara usai dilantik Selasa (13/7) lalu, anggota DPRD Bantul tengah memproses terbentuknya pimpinan dan alat kelengkapan, serta tata tertib dewan.

Sama halnya dengan PDIP, PKB dalam penyusunan alat kelengkapan bisa lebih proporsional atau dapat mengakomodir partai lain, meskipun tidak mendapat kursi banyak. Melihat perolehan kursi dalam pemilu 2019, hanya 4 partai yang bisa membentuk fraksi sendiri, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan jumlah 11 kursi, Gerindra delapan kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) enam kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) lima kursi, Golkar lima kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) empat kursi.

Sementara empat partai lain tidak bisa membentuk fraksi sendiri. Demokrat dua kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dua kursi, serta Partai Bulan Bintang (PBB) dan Nasdem masing-masing satu kursi. Pada periode sebelumnya, DPRD Bantul memiliki delapan fraksi. “Minimal empat orang untuk membentuk satu fraksi. Kalau kurang dari empat harus gabung dalam satu fraksi atau dengan fraksi lain,” sebut Sekretaris DPRD Bantul, Prapto Nugroho.

Namun Prapto juga belum bisa memastikan apakah keempat partai tersebut nantinya akan membentuk fraksi sendiri atau ikut bergabung dengan partai lainnya, yang bisa membentuk fraksi sendiri. Hal ini karena rekomendasi dan keputusan berada di tangan masing-masing pengurus partai. Meski begitu melihat kebiasaan sebelumnya partai-partai ini jarang mau ikut ke fraksi partai lain, namun justru bergabung menjadi satu partai. “Nanti ada rapat penetapan fraksi yang dipimpin Ketua Sementara DPRD,” jelasnya, Rabu (14/8).

Di sisi lain, Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo menjelaskan meski mendapat kursi terbanyak namun pihaknya tidak akan ngotot menguasai kursi pimpinan dan alat kelengkapan (alkap). Pihaknya justru berharap partai-partai lain yang terwadahi dalam setiap fraksi nantinya bisa terakomodir. Joko Purnomo beralasan, agar roda pemerintahan nantinya bisa kondusif. Karena menurutnya, DPRD Bantul merupakan bagian dari pemerintahan bersama eksekutif. “Legislatif dan eksekutif punya tanggungjawab sama untuk menyukseskan pembangunan di Bantul,” ujar Ketua DPC partai yang mendapat 11 kursi tahun ini.

Tidak berbeda dengan Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawawi yang berharap alkap bisa proporsional dan mengakomidir partai lainnya. Anggota dewan yang dijagokan sebagai pimpinan DPRD Bantul ini menyebut partai yang mendapat kursi sedikit juga perlu diakomodir. PKB sendiri menjadi partai ketiga yang mendapat kursi terbanyak. PKB mendapatkan enam kursi setelah Gerinda dengan delapan kursi dan PDIP sebanyak 11 kursi. “DPRD itu bukan oposisinya eksekutif, tapi bagian dari pemerintahan juga sehingga harus kondusif,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
Ribuan Kelelawar Runtuhkan Atap Pendopo Parasamya Bantul

BANTUL (MERAPI)-Atap Pendopo Parasamya Pemkab Bantul tiba-tiba runtuh, Selasa (14/8) pagi. Selain faktor usia, runtuhnya atap pendapa itu diduga akibat

Close