10 Desa di Bantul Masuk Prioritas Stunting

MERAPI-RIZA MARZUKI Marulli J Indarto memberikan pemahaman terkait stunting kepada peserta Sosialisasi Genbest.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Marulli J Indarto memberikan pemahaman terkait stunting kepada peserta Sosialisasi Genbest.

SEWON (MERAPI) – Angka stunting Kabupaten Bantul cukup tinggi. Bahkan data yang digunakan Kementrian Kesehatan RI tahun 2013, tercatat 21.052 balita di kabupaten ini mengalami kelainan pertumbuhan atau gagal tumbuh. Meski secara nasional angka stunting menurun, namun Bantul masih memiliki 10 desa prioritas stunting. Kesepukuh desa itu yakni, Patalan, Canden, Terong, Argodadi, Triharjo, Triwidadi, Jatimulyo, Timbulharjo, Sendangsari, dan Trimulyo.

Sejumlah remaja putri dan ibu muda dari desa prioritas itu mengikuti Sosialisasi Generasi Bersih Dan Sehat (Genbest) dalam rangka penurunan prevalensi stunting di Rumah Budaya Tembi, Kamis (4/7).

Sosialisasi yang diinisiasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo RI ini diikuti 60 peserta milenial dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi. Ibu muda dan remaja putri dinilai menjadi sasaran efektif untuk melawan stunting dengan cara memahami penyebab dan cara menanggulanginya. Para peserta diharapkan dapan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini termasuk mengampanyekannya kepada masyarakat lain.

“Stunting itu justru banyak karena generasi sebelumnya tidak sadar pentingnya pertumbuhan di seribu hari pertama, jadi kalau pola ini kita terapkan sejak sekarang akan jauh lebih efektif,” jelas Kepala Sub Direktoral Informasi Dan Komunikasi Kesehatan, Marulli J Indarto.

Marulli menyebut data 2013 lalu angka prevalensi stunting Indonesia mencapai 37,2 %. Angka itu sudah berhasil diturunkan menjadi 30,8 % pada tahun 2018 lalu. Meski sudah turun, namun masih dinilai tinggi karena pravelensi stunting internasional hanya 20% saja. Diakuinya Bantul menjadi salah satu dari 60 kabupaten/kota se Indonesia prioritas stunting. Menurut data tahun 2013 masih ada prevalensi stunting 26,31% di Bantul. Sehingga 10 desa yang menjadi prioritas ini harus mendapat perhatian khusus terkait penanggulangannya. Salah satunya dengan melakukan penganggaran melalui dana desa untuk sosialisasi dan penambahan asupan makanan bergizi seimbang.

“Prioritas penggunaan dana desa setiap tahunnya dievaluasi, untuk infrastruktur sudah. Sebenarnya saat ini momentum yang tepat untuk beralih ke penanggulangan kemiskinan dan masalah kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, Marulli mengharap agar ada optimalisasi posyandu yang berada di dusun-dusun. Kader posyandu menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi dan mengampanyekan pencegahan stunting. Sehingga program pemerintah menurunkan prevalensi stunting ini harus sampai di masyarakat secara menyeluruh. “Indonesia tercatat menjadi satu dari 17 negara yang mengalami masalah kesehatan, yaitu stunting, tubuh kurus, dan kegemukan. Harus bersinergi dan masiv,” imbuhnya.

Secara definisi, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode seribu hari pertama kehidupan (HPK). Pemerintah melakukan intervensi dalam dua skema. Skema pertama adalah pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak termasuk suplemen gizi dan tablet penambah darah. Intervensi kedua adalah dengan pemberian sanitasi dan air bersih, serta lumbung pangan.

Sementara Dukuh Bibis, Timbulharjo, Irvan Muhammad mengakui status stunting biasanya muncul dari pengamatan yang dilakukan saat posyandu. Namun begitu, menurutnya identifikasi stunting ini harus jeli dan diperjelas. Pasalnya hanya petugas medis yang hanya boleh menetapkan seorang anak mengalami stunting atau tidak. Irvan berharap pemerintah lebih serius dan banyak memberikan program langsung terkait penanggulanganya. “Saya tidak malu meski ada temuan banyak stunting di desa saya. Kalau memang banyak, seharusnya perhatian pemerintah juga lebih banyak dengan program-program khusus,” sebutnya. (C-1)

Read previous post:
ilustrasi
Mahasiswi Nyambi Jadi Mucikari

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Polres Sleman membongkar bisnis prostitusi online dengan menangkap dua orang. Pelaku yang diamankan yakni YN (29) warga

Close