PEMANGKU KEPENTINGAN DI BANTUL HARUS MENDUKUNG – Meraih Adipura Butuh Kerja Keras

BANTUL (MERAPI) – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul mengharapkan semua pemangku kepentingan daerah ini ikut terlibat menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan, guna meraih penghargaan Adipura. “Adipura itu tidak bisa diraih dalam waktu dadakan, harus melalui proses. Untuk mencapai itu harus kerja keras dan bersama-sama dalam artian semua pemangku kepentingan harus terlibat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Selasa (30/4).

Menurut dia, semua pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, dunia usaha,, masyarakat, dan komunitas saling bersinergi dalam mengelola lingkungan dan kebersihan sesuai kapasitas masing-masing.

“Intinya semua harus bergerak, maka pemerintah akan menyediakan sarana prasarana, Insya Allah dalam waktu dekat mudah-mudahan kita bisa meraih Adipura,” katanya dilansir Antara.

Namun paling tidak poinnya seperti yang disampaikan bupati, seandainya itu belum tercapai yang terpenting kebersihan harus bisa terjaga dan sampah harus dikelola dengan baik. Ari menjelaskan bahwa Bantul sudah beberapa tahun tidak meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga dalam beberapa tahun itu, Pemkab Bantul selalu ikut lomba agar bisa meraih penghargaan.

“Setiap tahun kita selalu mengikuti lomba Adipura, namun angkanya (nilai) memang belum mencapai untuk mendapat piala, kemarin (2018) baru mendapatkan sertifikat, karena dari beberapa titik-titik pantau itu banyak hal yang harus diperbaiki,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, Bantul setiap tahun selalu dievaluasi oleh tim dari kementerian apakah memenuhi kriteria untuk menerima Adipura. Dan diakui ada kendala utama dalam meraih Adipura, yaitu keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

“Tetapi yang jelas poin terbesar itu di TPST Piyungan, yang memang ini (pengelolaan) harus melibatkan semua pihak termasuk dari pemda DIY,” katanya.
Dia mengatakan, kalau untuk kebersihan dan pengelolaan lingkuntan lingkup kabupaten, sejauh ini bisa diatasi dengan baik, tidak dengan TPST Piyungan yang memang menampung sampah dari tiga daerah di DIY, yaitu Kota Yogyakarta, kabupaten Sleman, dan Bantul.

“Kalau ingkup Bantul kita sudah bisa, tapi yang TPST Piyungan ini harus bareng-bareng. Penilaian itu biasanya tidak hanya di April, jadi dalam setahun tidak hanya sekali, dipantau dan nanti diminta ada perbaikan lagi dan dipantau lagi,” tandasnya. (*)

Read previous post:
PERINGATAN HARI BURUH INTERNASIONAL: Momen Kebersamaan Pekerja, Perusahaan dan Pemerintah

SLEMAN (MERAPI) - Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman

Close