Warga Triwidadi Ikut Pelatihan Membatik

MERAPI-TEGUH Peserta pelatihan membatik tekun mencanting kain dengan malam.
MERAPI-TEGUH
Peserta pelatihan membatik tekun mencanting kain dengan malam.

PAJANGAN (MERAPI) – Dalam upaya menumbuhkan jiwa wirausaha atau intrepreneur baru bagi masyarakat di pedesaan, Pemerintah Desa Triwidadi Pajangan Bantul bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY menyelenggarakan pelatihan pembuatan batik tulis. Kegiatan yang diikuti 30 peserta yang sebagian besar para ibu rumah tangga dan remaja putri iu, berlangsung tiga hari sejak Senin hingga Rabu ini (22-24/4) di kompleks Kantor Balai Desa Triwidadi, Pajangan, Bantul.

Dalam sambutan pembukaan pelatihan, Kasie Produktivitas Dinas Koperasi dan UKM DIY, Sukamti SIP MM mengungkapkan, pentingnya menumbuhkan jiwa wira usaha di kalangan ibu rumah tangga di pedesaan. Sebab para ibu di pedesaan memiliki semangat kerja tinggi serta keuletan dan kegigihan dalam setiap menjalankan pekerjaannya. Namun hal itu tidak cukup, harus juga dibutuhkan ketrampilan serta keahlian untuk menunjang produktivitas yang tinggi itu.

“Dengan memiliki ketrampilan membatik nantinya diharapkan selain semakin meningkatkan produktivitas dalam bekerja serta diharapkan juga dapat semakin meningkatkan perekonomian rumah tangganya,” ucap Sukamti.

Pelatihan selain memberikan materi dasar terkait dengan membuat pola atau desain batik, juga dilakukan praktik membatik dengan canting serta proses pewarnaan. Setelah pelatihan itu nantinya diharapkan dapat mendongkrak minat masyarakat di Desa Triwidadi untuk menjadi pengrajin batik. Mengingat sejumlah warga selama ini ada yang bekerja di pusat-pusat produksi batik di Wijirejo Pandak maupun Imogiri. Dengan adanya pelatihan ini nantinya akan lahir pengrajin maupun pengusaha batik di Desa Triwidadi.

Sementara itu Lurah Desa Triwidadi Slamet Riyanto mengungkapkan kegembiraannya, adanya pelatihan ini nantinya dapat mengangkat potensi batik lokal Triwidadi yang selama ini bagai bersembunyi di balik gegap gempitanya batik di Bantul. Menurut Slamet selama ini batik di Triwidadi sebetulnya sudah mulai bangkit, namun untuk mendongkrak agar batik khas Desa Triwidadi memang membutuhkan waktu.

“Sudah ada sebetulnya motif batik khas Triwidadi, pola kembang jati yang menjadi khas alam Desa Triwidadi dan Pola Kembang Sawo, namun belum begitu populer. Dengan adanya pelatihan ini nantinya diharapkan dapat memberi semangat bagi para pengrajin batik untuk tampil,” paparnya.

Selain itu menurut Slamet, batik memang merupakan salah satu komuditas yang memiliki nilai jual lumayan tinggi. Sehingga harapannya dengan adanya pelatihan ini, selain semakin mendekatkan batik pada masyarakat Triwidadi di harapkan juga dari batik ini dapat meningkatkan produktifitas masyarakat Desa Triwidadi. Dengan meningkatnya produktifitas tentunya akan semakin meningkatkan dan mengangkat ekonomi keluarga dan masyarakat Triwidadi. (Teguh)

Read previous post:
KPU Pantau Petugas Pemilu 2019 yang Kelelahan

SUKOHARJO (MERAPI) - Petugas penyelenggara Pemilu 2019 mulai berjatuhan karena sakit akibat kelelahan bahkan sampai meninggal dunia. Semua kejadian tersebut

Close