INSENTIF GURU/PEGAWAI TIDAK TETAP – Bantul Siapkan Rp 46,6 M

Ilustrasi

BANTUL (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan anggaran Rp 46,6 miliar untuk pemberian insentif bagi ribuan guru dan pegawai tidak tetap tahun 2019. “Kita anggarkan Rp 46,6 miliar, yang itu terbesar untuk (insentif) swasta dibanding dengan yang negeri,” kata Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantul Suprapto di Bantul, Jumat (15/3).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran dana itu untuk memberikan insentif bagi 7.963 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mengajar di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta, madrasah, sekolah yayasan dan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Yang swasta itu totalnya sebesar Rp27 miliar, kalau negeri sekitar Rp19 miliar. Jadi untuk GTT/PTT jumlah tertinggi di swasta, hampir 6.000 orang, yang negeri hanya sekitar 1.800 orang, padahal urusan pokok Disdikpora itu kan negeri,” katanya dikutip Antara.

Dia menyebutkan insentif dari pemerintah untuk GTT/PTT negeri nilainya Rp1,5 juta per bulan untuk kategori 1; Rp1 juta untuk kategori 2; dan Rp400 ribu untuk kategori 3; serta Rp350 ribu untuk kategori 4.

Sedangkan insentif GTT/PTT sekolah swasta besarnya masing-masing Rp650 ribu untuk kategori 1 dan Rp500 ribu untuk kategori 2; serta Rp300 ribu untuk kategori K3 dan Rp250 ribu untuk kategori K4.

“Kita urusannya (GTT/PTT) negeri, jadi kita ganti teman-teman (guru PNS) yang pensiun, jadi beban kerja persis dengan yang pegawai negeri, harus sama. Kalau di swasta tidak tahu karena dikelola yayasan,” katanya.
Dia mengatakan alokasi anggaran untuk insentif GTT/PTT tahun 2019 lebih besar dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 39 miliar.

“Insentif GTT/PTT ini dibayarkan setiap tiga bulan sekali, bukan setiap bulan, jadi masing-masing sekali menerima insentif untuk tiga bulan,” katanya.

Bupati Bantul Suharsono sebelumnya mengatakan pemerintah daerah menaikkan anggaran untuk insentif GTT/PTT tahun 2019 agar para guru non pegawai negeri tetap fokus bekerja.

“Jadi saya fokusnya memang di dunia pendidikan, karena tujuan saya ingin mencerdaskan anak-anak Bantul, jadi saya minta guru-guru yang tidak tetap, tetap semangat dalam mencerdaskan anak-anak,” katanya. (*)

Read previous post:
Talud Kritis Ancam Makam Leluhur

KARANGANYAR (MERAPI) - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bendungan, Desa Klodran, Colomadu tergerus aliran Kali Pepe. Sebagian jenazah yang dikubur di

Close