Limbah Hewan Jangan Dibuang ke Sungai

MERAPI-TRI DARMIYATI Kambing-kambing untuk hewan kurban mulai dijual di tepi jalan di Yogya mendekati Hari Raya Idul Adha.
Ilustrasi

BANTUL (MERAPI) – Masyarakat diimbau agar tidak membuang limbah hewan atau jeroan sisa pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1439 Hijriah, ke sungai maupun saluran air. “Kami mengimbau pada masyarakat, limbah dari pemotongan hewan kurban agar tidak dibuang ke sungai,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Senin (20/8).

Imbauan tersebut dimaksudkan agar tidak mencemari lingkungan, mengingat masih banyak panitia hewan kurban yang membuang limbah ke sungai pada tahun lalu. Pulung mengatakan, limbah hewan kurban tersebut sebaiknya dibuang di tempat yang sudah disiapkan panitia hewan kurban dan kemudian dikubur di dalam tanah, sehingga tidak berdampak pada pencemaran lingkungan.

“Jadi pada saat pemotongan itu kan biasanya dibuang di sungai, saya harap semua takmir dan yang melaksanakan kepanitian hewan kurban itu buatlah semacam ‘jugangan’ dan dikubur sehingga tidak cemari lingkungan,” katanya dilansir Antara.

Mengenai tata cara dan perlakuan hewan kurban pada proses pemotongan hewan kurban untuk Lebaran Haji 2018, pihaknya sudah memberikan pembekalan kepada para takmir masjid, agar bisa menjalankan sesuai syariat dan ketentuan.

Sementara itu, terkait dengan ketersediaan ternak, baik sapi maupun kambing yang ada di Bantul mencukupi kebutuhan, dia menyebut Bantul punya cadangan sekitar 11 ribu sapi kemudian lebih dari 70 ribu ekor kambing.

“Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya kira-kira kita membutuhkan sekitar 5 ribu sapi dan 10 ribu kambing setiap tahun untuk hewan kurban. Sehingga kalau dilihat dari ketersediaan sekarang kita aman, tidak masalah,” katanya.

Namun yang perlu dilakukan instansinya adalah pencermatan hewan kurban yang berkaitan dengan kesehatan maupun layak tidaknya hewan tersebut disembelih dan dijadikan hewan kurban sesuai syariat dan tuntunan Islam.

“Kemudian termasuk larangan bahwa betina produktif itu tidak boleh disembelih dijadikan sebagai hewan kurban sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Ini juga perlu dilakukan pencermatan,” tandasnya. (*)

Read previous post:
UNY Rintis Kuliah Sistem Online

SLEMAN (MERAPI) - UNY dan Universitas Terbuka (UT) menandatangi nota kesepakatan atau MoU dalam mengembangkan materi pembelajaran dengan sistem online,

Close