OPTIMALKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING – Dispusip Bantul Edarkan Ribuan Buku Tiap Hari

MERAPI-RIZA MARZUKI Siswa memanfaatkan mobil layanan keliling Dispusip Bantul.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Siswa memanfaatkan mobil layanan keliling Dispusip Bantul.

BUKU menjadi bagian terpenting dalam upaya mencerdaskan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan buku direspon sangat baik oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul. Salah satunya dengan memberikan layanan perpustakaan keliling dengan armada mobil. Antusias masyarakat untuk meminjam buku ternyata cukup tinggi. Setiap harinya Dispusip membawa ribuan buku menggunakan mobil keliling dan menjangkau 193 titik dalam sebulan.

Kabid Pelayanan Dispusip Bantul, Dra Suprihastuti MM bersama Kabid Perpustakaan Dispusip Bantul, Dra Enylaksmitowati MM menjelaskan ribuan buku itu diedarkan dengan menggunakan enam armada mobil. Enam mobil ini dioperasikan secara bergantian yang setiap hari sebanyak empat mobil. Pihaknya menyebut ada tiga jenis mobil perpustakaan keliling yakni jenis Kijang dengan kapasitas 2500 buku, jenis L300 dengan kapasitas 3500 buku, dan jenis bus berkapasitas 5000 buku. “Tiap hari jalan empat mobil,” terangnya, Senin (6/8).

Suprihastuti menyebut, selama sepekan mobil ini mengantarkan buku ke beberapa titik pada hari Senin hingga Kamis. Sedangkan hari Jumat pihaknya fokus untuk selfing atau penjajaran. Penjajaran ini dilakukan guna penataan ulang buku dan penyeleksian koleksi buku tiap armada. Koleksi buku akan dikurangi jika ada buku yang dinilai tidak begitu diminati. Sedangkan pihaknya akan menambah judul buku yang disesuaikan dengan permintaan masyarakat. “Kita menyiapkan buku khusus untuk mencatat judul atau jenis buku yang diinginkan oleh masyarakat, jadi mereka (masyarakat) bisa request,” imbuhnya.

Kepala Dispusip Bantul, Drs Agus Sulistyana MM menjelaskan bahwa 193 titik yang didatangi tiap bulannya itu terdiri dari sekolah, taman belajar masyarakat (TBM), pesantren, hingga perpustakaan komunitas. Dia mengaku belum dapat melayani seluruh permintaan. Agus mengatakan tiap bulannya rata-rata ada enam permohonan pelayanan baru dari masyarakat. Belum lagi banyaknya permohonan pelayanan keliling insidental terkait dengan berbagai kegiatan. Seluruh titik itu tiap bulannya dievaluasi, pihaknya akan mengalihkan titik yang dinilai rendah respon dari masyarakat. “Kami akan sampaikan ke pemohon jika antusias pembaca tidak begitu ramai sehingga akan dialihkan ke titik yang lain,” paparnya.

MERAPI-RIZA MARZUKI Kepala Dispusip Bantul, Drs Agus Sulistyana MM
MERAPI-RIZA MARZUKI
Kepala Dispusip Bantul, Drs Agus Sulistyana MM

Meladeni permintaan masyarakat ini menurut Agus menjadi priorotas. pada tahun 2017 awal pihaknya memberikan layanan keliling ini ke 143 titik, kemudian meningkat menjadi 160 titik, barulah di tahun 2018 ini meningkat mengjadi 193 titik. Bagi Agus kendala terbesar yang dihadapinya adalah jumlah sumber daya manusia (SDM). Saat ini dispusip memiliki 12 orang yang fokus mengelola layanan keliling ini. Sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan yang bisa mencapai dua kali lipatnya. Namun begitu sebagai solusinya, Dispusip mulai mengembangkan aplikasi yang disebut Ibra. Aplikasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan jumlah petugas. Bahkan jika aplikasi yabg ditargetkan mulai ujicoba akhir Agustus ini berjalan, Agus berharap bisa menambah titik layanan hingga 225 titik. “Semua bisa diakses, mulai dari katalog, pinjam dan mengembalikan buku, sampai e-book juga bisa diakses,” tandasnya.

Salah satu siswa SMA N 2 Bantul, Meirizka Cintia mengaku sangat terbantu dengan keberadaan perputakaan keliling ini. Setiap kali mobil warna-warni itu datang, dia menyempatkan untuk memilih buku. Bahkan hal ini juga dilakukan banyak siswa di sekolah yang pernah menyabet juara sebagai perpustakaan sekolah terbaik nasional tersebut. Lebih lanjut, Meirizka berharap mobil layanan keliling itu bisa datang lebih sering. “Tapi kan harus berbagi dengan tempat lain, ya kalau lebih sering lebih baik,” pungkasnya. (C-1)

 

Read previous post:
ilustrasi
NYURI RP 78 RIBU DIHUKUM 2 BULAN-Maling Infak Nangis di Ruang Sidang

YOGYA (MERAPI) - Seorang pencuri kotak infak, Dp (30) asal Serang, Banten, menangis histeris usai sidang tindak pidana ringan di

Close