Antre Pemohon SKTM Lebih 1000 Orang Tiap Hari

MERAPI-RIZA MARZUKI Antrean warga yang berjubel di lorong kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Bantul.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Antrean warga yang berjubel di lorong kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Bantul.

BANTUL (MERAPI) – Dalam Penerimaan calon siswa tahun ajaran 2018-3019 ini jumlah kuota calon siswa dari keluarga kurang mampu naik dua kali lipat di tingkat SMA sederajat. Pada tahun lalu hanya sebanyak 10 persen dari total kuota tiap sekolah, namun tahun ini naik menjadi 20 persen. Hal ini diduga menjadi penyebab melonjaknya pemohon Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Bahkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Bantul sejak Senin kemarin dipenuhi warga yang mencari surat tersebut sebagai salah satu syarat mendaftar sekolah melalui kuota keluarga tidak mampu. Bahkan antrean pemohon setiap harinya mencapai 1600 orang.

Dari pantauan Merapi pada Selasa (26/6) siang, lorong kantor dinas hampir tidak bisa dilewati akibat banyaknya warga yang mengantri. Tidak sedikit diantaranya remaja dengan seragam sekolah putih biru. Salah satunya adalah Rizky warga Sedayu yang datang bersama kakaknya. Remaja yang baru saja lulus dari sebuah SMP swasta itu mengaku sudah datang sejak pagi dengan membawa banyak persyaratan pengajuan SKTM. Surat keterangan yang diajukan itu pun baru bisa di dapatkan setelah siang hari. “Antrenya sudah diatas 900, padahal saya datang jam 8 tadi,” sebut calon siswa yang hendak mendaftar di SMK melalui kuota keluarga tidak mampu tersebut.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Sariyadi membenarkan lonjakan pemohon SKTM di dinasnya cukup besar menjelang masa pendaftaran sekolah. Pelayanan pencarian SKTM itu sebenarnya sudah dimulai sejak 11 Juni 2018 yang lalu. Sebelum lebaran setiap hari pihaknya melayani 200-300 pemohon. Namin sejak Senin (25/6) jumlah pemohon melonjak derastis. Bahkan pada saat itu jumlah pemohon sudah mencapai 1200 orang, sedangkan pada Selasa (26/6) kemarin sedikitnya 1600 pemohon. “Memang SKTM ini menjadi syarat bagi calon siswa yang mendaftar melalui kuota miskin,” terangnya.

Untuk mendapatkan SKTM ini warga pemohon harus membawa beberapa persyaratan seperti Kartu Keluarga, Kartu Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Selain itu juga membawa Surat Kelulusan calon siswa yang akan mendaftar. Sariyadi mengatakan bagi pemohon yang tidak memiliki salah satu kartu tersebut baik KIP maupun KKS, masih bisa mendapatkan SKTM asalkan terdaftar dalam basis data terpadu di Kementrian Sosial. Menurutnya setiap hari tidak lebih dari 10 pemohon yang harus pulang tanpa SKTM. Sebagian besar warga sudah mengetahui syarat-syarat tersebut, sehingga tidak banyak yang ditolak. “Artinya mereka (warga) sudah memahami sosialisasi yang dilakukan,” imbuhnya.

Sariyadi manjelaskan, meskipun hari ini (27/6) pemerintah menetapkan sebagai hari libur namun pelayanan pemcarian SKTM tetap dibuka. Hal ini mengingat banyaknya pemohon yang melonjak jelang masa pemdaftaran sekolah. Meskipun sempat keteteran, namun menurutnya pelayanan tetap berjalan dan seluruh pemohon bisa terlayani dengan baik. “Tugas kita membantu Balai Pendidikan Menengah memfasilitasi warga untuk mendapatkan SKTM sebagai syarat mendaftar sekolah,” pungkasnya. (C-1)

 

Read previous post:
GUBERNUR DIY SRI SULTAN SYAWALAN DI SLEMAN – Pengambilan Material Vulkanik Agar Tak Berlebihan

SLEMAN (MERAPI) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan, pengambilan material vulkanik sisa erupsi pada tahun 2010 yang terdapat

Close