Relawan IS The Best Rindukan Sosok Idham Samawi

Relawan IS The Best bersama Idham Samawi di Lapangan Petir Piyungan Bantul. (MERAPI-SUKRO RIYADI)
Relawan IS The Best bersama Idham Samawi di Lapangan Petir Piyungan Bantul. (MERAPI-SUKRO RIYADI)

PIYUNGAN (MERAPI) – Perhelatan Resepsi Wong Cilik dalam peringatan 73 tahun Pancasila dan hari ulang tahun ke-68 Idham Samawi di Lapangan Sudarsono Petir Srimartani Piyungan Bantul, Jumat (22/6) malam dipadati ribuan orang. Massa datang dari berbagai wilayah di DIY, termasuk hadirnya relawan yang mengatasnamakan diri Idham Samawi The Best (IS The Best).

Penggagas relawan IS The Best, Hari Adi Subangkit didampingi Darmaji mengatakan, lahirnya relawan tersebut didasari kesamaan pandangan sosok Idham Samawi. Hari Adi Subangkit mengatakan, generasi muda saat ini sangat merindukan figur pemimpin seperti Idham Samawi.

“Terus terang, kami sebagai generasi muda sangat merindukan sosok pemimpin seperti Pak Idham, kami sudah merasakan waktu Pak Idham memimpin Bantul, demikian juga ketika Pak Idham menjadi anggota DPR RI,” ujarnya.

Karena itu, dengan dasar tujuan dan tekad sama akhirnya dua bulan lalu mulai dibentuk relawan IS The Best dengan sejumlah orang di Kecamatan Imogiri. Relawan IS The Best sama sekali tidak berafiliasi dengan partai tertentu. Gerakan yang salah satunya mengambil jargon ‘Idham Samawi for Senayan’ sebagai wujud dorongan moral mantan Bupati Bantul dua periode itu.

“Kami dan kawan kawan relawan tidak berafiliasi dengan partai tertentu, kami tergerak secara sukarela karena punya pandangan sama ketika bicara sosok Pak Idham. Akhirnya beberapa bulan lalu sudah kami rintis relawan Idham Samawi The Best (IS The Best),” ujar Bangkit.

Dalam Resepsi Wong Cilik tersebut masyarakat dihibur dengan atraksi dan pagelaran kesenian di antaranya seniman kondang Didi Kempot, Yu Beruk, dan pagelaran Wayang Hip Hop.

Pimpinan Produksi Resepsi Wong Cilik, Noor Janis Langgabarana mengatakan, terobosan yang dilakukan oleh Idham Samawi dalam menanamkan ideologi Pancasila dengan pendekatan melalui seni dan budaya akan lebih efektif. Dimana bagian dari pengamalan Pancasila ini adalah kebudayaan. Terlebih lagi pengemasan seni budaya lebih modern. Dicontohkannya pagelaran wayang dengan cerita lahirnya Pancasila, disajikan dengan kemasan hip hop yang lebih kekinian.

“Ini bersamaan dengan ulang tahun Pak Idham ke-68 tanggal 22 Juni, semoga beliau selalu bisa bersama rakyat memperkokoh Pancasila sebagai ideologi negara,” harapnya. (Roy/C-1)

Read previous post:
ilustrasi
PELAKU SERING CEKCOK DENGAN KORBAN-Daud Sejak Awal Curigai Kakaknya

SEMARANG (MERAPI)- Dalam waktu dua hari, polisi sukses mengungkap kasus pembunuhan seorang guru SD, Debora Sriani Setyawati (50) dengan menangkap

Close