Mantapkan Pancasila, Idham Samawi Sajikan Seni Budaya Sehari Semalam

Atraksi kesenian jathilan menjadi salah satu sajian dalam Resepsi Wong Cilik, kemarin (22/6). (MERAPI-RIZA MARZUKI)
Atraksi kesenian jathilan menjadi salah satu sajian dalam Resepsi Wong Cilik, kemarin (22/6). (MERAPI-RIZA MARZUKI)

PIYUNGAN (MERAPI) – Ribuan warga Piyungan berdesakan di depan panggung megah dengan videotron bertulis Resepsi Wong Cilik, Jumat (22/6). Masyarakat dimanjakan dengan atraksi dan pagelaran kesenian yang disuguhkan di Lapangan Sudarsono Petir, Srimartani, Piyungan. Acara yang digelar sebagai peringatan hari lahir pancasila ini sebagai media memantabkan ideologi Pancasila kepada masyarakat. Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, HM Idham Samawi memberikan orasi kebangsaan disela penampilan apik dari seniman kondang Didi Kempot, Yu Beruk, dan pagelaran wayang hip hop.

Pimpinan Produksi Resepsi Wong Cilik, Noor Janis Langgabarana kepada Merapi mengakui langkah ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Idham Samawi tanpa melalui langkah doktrinasi. Baginya menanamkan idiologi Pancasila dengan pendekatan melalui seni dan budaya akan lebih efektif. Dimana bagian dari pengamalan Pancasila ini adalah kebudayaan. Terlebih lagi pengemasan seni budaya lebih modern. Dicontohkannya pagelaran wayang dengan cerita lahirnya pancasila, disajikan dengan kemasan hip hop yang lebih kekinian. “Ini bersamaan dengan ulang tahun Pak Idham ke 68 tanggal 22 Juni, semoga beliau selalu bisa bersama rakyat memperkokoh pancasila sebagai ideologi,” harapnya.

Janis menjelaskan, sejak Jumat siang masyarakat disuguhi berbagai kesenian seperti reog, jathilan, Rofa Band, Tari Nusantara, dan berbagai pentas lainnya. Dalam kesempatan itu pula, diputar sebuah film dokumenter biografi Idham Samawi. Menurut Janis, jejak hidup mantan Bupati Bantul dua periode ini perlu disampaikan kepada masyarakat untuk menularkan semangat perjuangan. Film yang bercerita bagaimana semangat dan berbagai terobosan Idham Samawi baik sebagai bagian jajaran pimpinan media, bupati, olahraga, bahkan sepak terjangnya di dunia politik. “Pak Idham ini kan selalu menyebut tiga hal yakni berjuang, menang, dan sejahtera bersama rakyat. Sehingga kita jadikan tag line acara ini,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Subagio mengaku puas bisa melihat pentas berbagai kesenian dari siang hingga malam hari. Menurut warga Piyungan ini, hiburan gratis namun berkualitas sangat dibutuhkan bagi masyarakat kecil. Sehingga bersama dua anaknya, dia enggan pulang hingga pagelaran wayang hip hop usai. Subagio menyebut langkah pemerintah dalam memberikan hiburan sekaligus mantabkan ideologi pancasila ini sangat mudah diterima oleh masyarakat. Apalagi pentas kesenian sebesar ini dilaksanakan di daerah yang masih jauh dari hiruk pikuk perkotaan. “Alhamdulillah, ini rame sekali. Anak saya tidak mau diajak pulang,” ujarnya. (C-1)

 

Read previous post:
667 TPS Berkategori Rawan Konflik

KARANGANYAR (MERAPI) - Bawaslu Kabupaten Karanganyar memetakan 667 dari 1.721 tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada serentak 2018 berkategori rawan. Lokasinya

Close