PUSAT KULINER BERBASIS KAWASAN DI IMOGIRI – PKL Berharap Pemkab Serius dan Tegas

MERAPI-RIZA MARZUKI Penyerahan lapak secara simbolis dari DPP APKLI.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Penyerahan lapak secara simbolis dari DPP APKLI.

IMOGIRI (MERAPI) – Lapangan Demi, Imogiri secara resmi diluncurkan sebagai Pusat Kuliner Imogiri Utara, Kamis (5/4). Pemkab Bantul melalui Dinas Perdagangan Bantul merelokasi setidaknya 40 PKL yang sebelumnya berada di tepi Jalan Imogiri Timur KM 10-17 ke lokasi tersebut. Meski sudah mendapatkan stan-stan khusus untuk membuka lapaknya, namun para pedagang khawatir pemerintah tidak serius mengelola. Mereka juga berharap Pemkab tegas terhadap PKL yang kembali lagi ke tempat semula.

Di sela acara peluncuran, salah seorang pedagang, Mujiyem mengatakan sudah sepekan pindah berdagang ke lokasi tersebut. Sebelumnya Ibu 45 tahun ini menjajakan roti burger tidak jauh dari Puskesms Imogiri. Selama sepekan ini menurutnya omset jualan turun hingga 50 persen. Biasanya dia berjualan sejak sore hingga malam hari, 30-an roti bisa terjual. Namun sejak pindah ke pusat kuliner tersebut hanya mampu menjual tidak lebih dari 15 roti saja. “Karena masih awal-awal, jadi harus buka pasaran lagi,” sebutnya.

Mujiyem menyebut, kondisi yang lumrah terjadi saat pertama kali berpindah tempat itu juga dialami hampir seluruh pedagang. Namun begitu, warga Kajor Imogiri itu berharap pemerintah bisa mengoptimalkan promosi pisat kuliner yang berada di tanah kas desa Wukirsari tersebut. Sehingga omsetnya bisa kembali pulih. Dia justru khawatir beberapa pedagang akan kembali ke lokasi berjualan sebelumnya jika ternyata sepi pembeli. Jika hal ini terjadi hampir dipastikan pusat kuliner itu tidak akan berkembang. “Kalau bisa ya tegas tidak boleh balik lagi, kalau pedagang sepi pembeli juga sepi,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi mengatakan PKL di Imogiri berjumlah sekitar 150 pedagang. Tidak hanya penjual kuliner, namun juga termasuk asongan, penjual kaset, dan jenis dagangan lain. Sementara PKL yang bisa ditampung di Lapangan Demi baru 40 PKL yang berasal dari pedagang kuliner. Untuk sementara, pengelola tidak menarik retribusi bagi para pedagang ini meskipun berbagai fasilitas sudah diberikan seperti tenda, listrik, dan air. “Pengelolaannya nanti diserahkan kepada APKLI (Aosiasi Pedagang Kaki Lima) berkerjasama dengan Pemdes Wukirsari,” terangnya.

Terkait promosi, pihaknya berupaya untuk melakukannya semaksimal mungkin. Bahkan papan promosi tidak hanya dipasang di sepanjang Jalan Imogiri Timur, namun juga di lokasi strategis seperti pasar dan terminal Imogiri. Sehingga Dia berharap PKL yang sudah menempati lapangan Demi tidak kembali lagi ke lokasi semula. Selain lokasi ini, Disdag berencana akan membangun dua lokasi serupa di bekas Pasar Angkruksari Kretek dan Karangtalun. “Sehingga nanti ada wilayah yang benar-benar bebas PKL,” imbuhnya. (C-1)

Read previous post:
GUNUNGKIDUL DI TAHUN 2018 – Targetkan Investasi Daerah Rp 110 M

WONOSARI (MERAPI) - Dinas Penaman Modal Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Gunungkidul menarget pemasukan investasi pada tahun 2018 sebesar Rp 110

Close