SIDANG IBU GUGAT ANAK KANDUNG – Hakim Batalkan Hibah Nenek ke Cucu

 MERAPI-YUSRON MUSTAQIM  Kuasa hukum penggugat, Widyo Seno SH menunjukkan berkas putusan dari PN Bantul
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Kuasa hukum penggugat, Widyo Seno SH menunjukkan berkas putusan dari PN Bantul

BANTUL (MERAPI) – Majelis hakim yang diketuai Dewi Kurniasari SH akhirnya membatalkan hibah Partinah kepada cucunya atau tergugat I Danang Bayu Aji (42) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Dengan adanya putusan tersebut maka tergugat I tak berhak atas tanah objek sengketa karena penggugat Sumidah Kusnanti (67) warga Saman Bangunharjo Sewon Bantul sebagai ibu kandung tergugat I masih hidup.

Atas putusan tersebut para pihak baik penggugat maupun tergugat belum menyatakan sikap. “Kami diberikan waktu selama 14 hari sejak putusan dibacakan untuk menentukan sikap,” ujar Widyo Seno SH, kuasa hukum penggugat kepada wartawan, Kamis (22/3).
Dalam putusan majelis hakim telah membatalkan hibah dan mengembalikan hak waris terhadap objek sengketa kepada penggugat. Segala bentuk surat-menyurat yang berkaitan dengan objek sengketa tak dinyatakan mempunyai kekuatan hukum. Hakim juga memerintahkan Badan Pertanahan Negara (BPN) atau tergugat 6 untuk mencoret sertifikat atas nama tergugat III atau Khabibah dan menerbitkan sertifikat baru atas nama penggugat atau Sumidah.

Diketahui sebelumnya, penggugat menggugat anak kandungnya Danang Bayu Aji setelah tergugat menerima hibah dari nenek atau ibu kandung penggugat tanah dan menjualnya kepada tergugat III Khabibah warga Jatirejo Sendangadi Mlati Sleman. Selama ini penggugat sebagai satu-satunya anak kandung Partinah dan Kusnun yang tinggal di objek sengketa di Dusun Saman Bangunharjo Sewon Bantul.

Setelah menikah penggugat memiliki 3 anak salah satunya anak nomor 3 atau tergugat I Danang Bayu Aji. Kemudian pada 7 September 2017 anak pertama penggugat, Diah Fatimah didatangi tergugat V Murdiyana menunjukkan sertifikat atas nama Khabibah sebagai tergugat III dengan maksud mengambil alih tanah objek sengketa yang dibeli dari asal hak hibah atas nama pemegang hak tergugat I yang diberikan langsung oleh Partinah atau ibu penggugat pada 8 November 2002 berdasarkan akta hibah yang dibuat tergugat II Notaris Basuki Ujianta SH.

Sebelumnya tanah sengketa oleh tergugat I dijual kepada tergugat III dengan akta jual beli yang dibuat tergugat IV Notaris Tri Diyani Kelasworo Djati SH. Setelah itu tergugat III menjaminkan sertifikat obyek sengketa kepada tergugat V Murdiyana senilai Rp 200 juta. Karena tak bisa membayar utang maka tergugat V memberitahukan kepada anak penggugat untuk mengambil alih tanah objek sengketa.

Semasa hidupnya Partinah telah menghibahkan seluruh hartanya kepada tergugat I tanpa minta persetujuan penggugat sebagai satu-satunya anak kandung atau ahli waris. Hal itu mengakibatkan telah menghilangkan bagian mutlak ahli waris (legitime portie) dan tak dibenarkan menurut hukum. Untuk itu penggugat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada para tergugat untuk membatalkan hibah yang diberikan Partinah kepada salah satu cucunya tergugat I tanpa sepengetahuan penggugat. (C-5)

Read previous post:
ilustrasi
Ancam Korban Pakai Keris, Mahasiswa Perkosa Gadis

BANTUL (MERAPI)- Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bantul menahan Fl (24) oknum mahasiswa

Close