NAMBANG PASIR TANPA IZIN-Tiga Warga Divonis 6 Bulan

 

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Para terdakwa tertunduk saat mendengarkan vonis hakim
Para terdakwa tertunduk saat mendengarkan vonis hakim. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Didakwa melakukan penambangan pasir tanpa izin, tiga warga kampung, Subeda (49) warga Patihan Gadingsari Sanden Bantul, Sumarno (43) warga Tegalrejo Srigading Sanden Bantul dan Suhadi (45) warga Ngepet Srigading Sanden Bantul masing-masing divonis 6 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan dalam persidangan di PN Bantul, Senin (26/2).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Yogie Rahardjo SH MH yang menuntut 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsuder 2 bulan kurungan. Dalam perkara ini para terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkn melanggar pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas vonis tersebut ketiga terdakwa menerima. Hal-hal yang meringankan hukuman para terdakwa berterus terang, mengakui perbuatan dan berjanji tak mengulangi lagi.
Dalam amar putusan terungkap, awalnya pada Senin 15 Mei 2017 terdakwa Subadi berada di acara hajatan tetangga ditelepon Pamrihatin (terpisah) ingin membeli pasir. Terdakwa Subadi kemudian mengarahkan Pamrihatin yang membawa truk menuju wilayah Wonoroto Gadingsari Sanden Bantul.

Saat itu terdakwa Suhadi menjaring ikan di dekat pengambilan pasir melihat truk masuk pekarangan dan mengikuti kemudian disusul terdakwa Sumarno. Tak lama terdakwa Subadi datang ke lokasi penambangan pasir di pekarangan.

Saat itu ketiga terdakwa sepakat untuk mengambil pasir dan menaikkan ke dalam truk yang akan dibeli Pamrihatin seharga Rp 200 ribu. Rencananya uang hasil penjualan pasir tersebut akan dibagi bertiga.

Tetapi perbuatan para terdakwa yang dilakukan pada malam hari diketahui petugas Ditpolair Polda DIY dan dilakukan penangkapan. (C-5)

 

Read previous post:
Pabrik Ditutup Pekerja PT RUM Dipantau

SUKOHARJO (MERAPI) - Pekerja PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter mendapatkan pemantauan serius. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dan serikat

Close