HARIAN MERAPI - Sejumlah warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi korban dugaan penipuan investasi sebuah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mekarsari yang berkantor pusat di Jakarta.
Tak tanggung-tanggung, dari puluhan nasabah asal DIY saja kerugian ditaksir mencapai Rp 53 miliar.
"Sejak pertengahan Juli tahun lalu sampai detik ini dana simpanan berjangka atau deposito nasabah tidak bisa dicairkan," ujar Sita salah satu sales marketing KSP cabang Yogya kepada wartawan, Jumat (23/1/2026) petang.
Baca Juga: Songsong Ramadhan dengan penuh Iman dan Sabar
Dari macetnya pencairan deposito tersebut berimbas kepada seluruh nasabah yang ada di 17 cabang KSP di seluruh Indonesia yang ditaksir keseluruhan mencapai Rp 600 miliar.
Sebagai sales, Sita pun berhenti melakukan penjualan produk deposito atau simpanan berjangka tersebut.
Karena selain sebagai nasabah ia juga sebagai korban karena ikut memasukkan uang ke koperasi tersebut.
"Saya tak mau jualan karena kondisinya macet begini dan untuk kegiatan di kantor cabang Jalan Veteran Yogya sekarang berkurang hanya admin kantor saja," terangnya.
Baca Juga: Kia Tegaskan Kesiapan Teknologi EV di Indonesia, Perkuat Fondasi EV Ecosystem Secara Bertahap
Sementara salah satu deposan, ML Winie Astuti (70) asal Baciro Yogyakarta mengaku menjadi nasabah sejak sekitar 3 tahun lalu setelah ditawari Sita sebagai sales marketing.
Selain mengenal Sita sejak tahun 2015, Winie juga mengaku tergiur dengan imbal hasil deposan sekitar 8 sampai 10 persen per bulan.
Karena melihat bunga yang cukup menarik, Winie pun mengajak pembantunya Ginem (64) asal Seloharjo Pundong Bantul untuk ikut menabung.
"Namun sejak September tahun lalu bunga tak ada dan pada bulan Oktober tak cair, termasuk punyanya Mbak Ginem juga tak cair," terangnya.
Baca Juga: Pemkot Magelang Buka Ruang Kolaborasi Demi Pembangunan Berdampak
Dari sebanyak 7 bilyet deposito tersebut, Winie mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 2,6 miliar.