Korea Selatan-AS rencana gelar latihan perang terbesar, Korea Utara tuntutan PBB untuk membatalkan

- Senin, 6 Maret 2023 | 20:55 WIB
Korea Selatan - AS Rencana Gelar Latihan Perang terbesar  (Foto : IG @cdenews_thedispatch)
Korea Selatan - AS Rencana Gelar Latihan Perang terbesar (Foto : IG @cdenews_thedispatch)

HARIAN MERAPI - Rencana Korea Selatan dan AS gelar latihan perang di Maret 2023 ini mengundang reaksi Korea Utara.

Korea Utara melalui Kementerian Luar Negeri menuntut PBB untuk dapat menekan Amerika Serikat dan Korea Selatan menghentikan latihan militer gabungan.

Korea Utara berargumen latihan gabungan itu justru meningkatkan ketegangan di sepanjang Korea dan berpotensi lepas kendali.

Baca Juga: 1.700 Warga dan Anak Kos Kompak Ikuti Kirab Budaya Padukuhan Papringan Caturtunggal Depok Sleman

Wakil Menteri luar negeri Korea Utara untuk organisasi internasional Kim Son Gyong mengatakan latihan dan retorika yang disampaikan Korea Selatan dan AS telah meningkatkan tingkat konfrontasi. Pernyataan itu sebagai tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana disiarkan kantor berita Korea Utara KCNA, Sabtu, Korea Utara menyalahkan Amerika Serikat yang menyampaikan runtuhnya sistem kontrol senjata internasional dan mengatakan senjata nuklir Pyongyang sebagai ancaman maka itu perlu keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.

Kim Son Gyong meminta pada PBB dan komunitas internasional untuk mendesak Amerika serikat dan Korea Selatan segera menghentikan pernyataan provokatif dan latihan militer bersama.

Baca Juga: Erick Thohir laporkan dugaan kasus korupsi di BUMN ke Kejagung, berikut pernyataannya!

Kim sangat menyesalkan PBB yang secara konsisten diam atas latihan perang yang digelar PBB. Padahal latihan tersebut bersifat agresif dan memancing ketegangan yang jelas.

Pada konferensi pers yang dilakukan pada Jumat, militer Korea Selatan dan Amerika Serikat menyatakan akan melakukan latihan perang 'freedom shield'.

Pelatihan pos komando ini disimulasikan dalam komputer, dan berlangsung mulai 13 hingga 23 Maret 2023.

Latihan ini untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan respons.

Baca Juga: Pengalaman mistis Samingun melewat tikungan maut, yang sering ada kecelakaan akibat melihat pawai makhluk gaib

Juru bicara milite Amerika Serikat, Kolonel Isaac L Taylor mengatakan pelatihan lapangan akan mencakup latihan amfibi gabungan dengan skala besar. Bahkan lebih besar dibanding latihan musim semi.

Namun sebelum digelar latihan gabungan itu, kedua negara telah memperluas latihan udara bersama dengan pengerahan pesawat pembom B-1B dengan pesawat tempur Korea Utara.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X