GUNUNGKIDUL CETAK REKOR JUMLAH KASUS-Klaster Penularan Baru Bermunculan

WONOSARI (MERAPI)- Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul meledak dan mencapai rekor tertinggi sejak Pandemi dengan penambahan positif corona mencapai 86 orang, Kamis (10/6). Akibatnya, muncul klaster-klaster penularan baru, mulai Pondok Pesantren (Ponpes) hingga hajatan tersebar di Kapanewon Panggang, Karangmojo dan Playen.
Menyikapi munculnya klaster baru ini, Dinas Kesehatan terus melakukan tracing terhadap warga termasuk di salah satu ponpes di Playen. Dari catatan sementara, terdapat sebanyak 14 santri terkonfirmasi positif corona. “Munculnya penularan di sejumlah tempat sedang kami telusuri dan tracing terhadap mereka yang memiliki riwayat kontak dengan terkonfirmasi positif terus dilakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes, Kamis (10/6).

Dijelaskan, khusus untuk Kapanewon Playen, dengan bertambahnya klaster baru ini, maka akan dilakukan penanganan khusus karena sudah terdapat 4 klaster yakni Dengok, Pabrik tas, dan klaster ponpes. Panewu Playen Muh Setyawan Indriyanto ketika dihubungi wartawan membenarkan adanya kasus di salah satu pesantren putri di wilayahnya. Kasus ini bermula dari 5 orang santri yang mengalami gejala kehilangan indra penciuman dua hari lalu. Saat itu dari pondok pesantren berinisiatif melakukan rapid antigen dan diketahui ke 5 orang itu terkonfirmasi positif. Mereka pun kemudian menjalani isolasi khusus. Lalu dilakukan tracking 14 santri yang kontak erat dan ditemukan 7 santri yang dinyatakan positif. “Informasinya sudah ada sebanyak 12 terkonfirmasi positif,” kata Setyawan.
Dewi Irawaty menambahkan warga yang terkonfirmasi positif mengalami pecah rekor selama pandemik saat ini. Sebelumnya terbanyak hanya mencapai 50 orang per hari, kini meledak menjadi sebanyak 86 kasus baru.

Dijelaskannya hingga saat ini total kasus terkonfirmasi sebanyak 3.429 kasus, untuk pasien sembuh 2.879 kasus, dan kasus aktif dalam perawatan sebanyak 391 kasus. Untuk meninggal sebanyak 159 kasus dengan wilayah penularan tertinggi di Kapanewon Playen. Bahkan untuk Padukuhan Dengok II Playen, tidak hanya satu RT tetapi sekarang ini satu padukuhan lockdown. Lockdown tersebut dilakukan setelah puluhan warganya terkonfirmasi positif. “Tracing terus kami lakukan di sejumlah kapanewon,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Abdul Azis Muhammad Ridwan Ingin Wujudkan Margorejo Maju

Manfaatkan Potensi Kalurahan untuk Kesejahteraan Seluruh Masyarakat TEMPEL (MERAPI) - Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel memiliki potensi alam yang mampu meningkatkan

Close