Satgas Pedukuhan Tak Optimal, Penularan Covid di Perkampungan Marak

YOGYAKARTA (MERAPI)-Persebaran kasus positif Covid-19 di Yogyakarta terus meroket. Pemda DIY melaporkan penambahan kasus positif, Kamis (10/6) sebanyak 455 kasus sehingga total kasus hingga saat ini menjadi 47.432 kasus.
Sekda DIY, Baskara Aji menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota terkait permasalahan persebaran Covid-19 yang kian massif. Dia menyebut, penularan kasus mayoritas dari lingkungan tetangga dan keluarga. Di sisi lain satgas penanganan Covid-19 tingkat desa tidak berjalan optimal.
“Kami sudah rapat bersama yang intinya mencari solusi. Yang paling pokok dan kita ketahui dari datanya memang belum semua satgas pedukuhan terbentuk,” ujar Baskara Aji kepada wartawan, Kamis (10/6) di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Lebih lanjut Aji menyebut, satgas yang sudah terbentuk kurang lebih 50 persen dan itupun belum termasuk satlinmas. Sehingga perlu diberi pengarahan yang optimal.

“Satgas pedukuhan yang belum terbentuk angkanya sekitar 50 persen. Mestinya kan satgas dan ada satlimasnya,” imbuhnya.
Aji menyadari sejauh ini satgas yang terbentuk fokus di Kabupaten sehingga satgas tingkat keluruhan dan pedesaan belum optimal. Disinggung alasannya, dia tidak mengetahui dengan pasti. Menurutnya mungkin satgas tingkat kelurahan saja sudah dirasa cukup.
“Jadi fokus kita di kabupaten, bisa meneruskan di satgas kelurahan dan pedukuhan. Pertama pembentukan dulu, harus terbentuk, kedua yang sudah terbentuk efektivitasnya, perlu diberikan arahan-arahan bagaimana mengatasi ini. Karena vaksinasi kita tidak lebih nyengko lagi karena ketersediaan vaksin juga terbatas. Kita sudah laksanakan semaksimal mungkin, sosialisasi lansia supaya mau mengikuti vaksinasi,” paparnya.
Oleh sebab itu, dia berupaya mendorong percepatan pembetukan satgas Covid-19 di tingkat terbawah sebagai garda depan penanggulangan Covid-19.
“Harus ada dorongan teman-teman di kabupaten. Bisa berbagi dengan kecamatan, mana yang kelurahan yang belum lalu padukuhan, jadi difasilitasi untuk bisa membentuk satgas,” ujarnya.

Adapun kebutuhan critical bed di Rumah sakit, Aji menyebut masih mencukupi, mengingat banyaknya kasus positif Covid-19 mayoritas Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga dilakukan isolasi di shelter maupun mandiri sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Pemda DIY melaporkan kenaikan tajam pasien corona dengan penambahan kasus positif sebanyak 455 kasus sehingga total kasus hingga saat ini menjadi 47.432 kasus.
Di sisi lain 233 kasus sembuh sehingga total sembuh menjadi 43.224 kasus dan 9 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 1.248 kasus.
Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menjelaskan, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili terdiri dari 74 warga Kota Yogyakarta, 120 warga Bantul, 42 warga Kulon Progo, 58 warga Gunungkidul, dan 161 warga Sleman.
“Distribusi kasus sembuh terdiri dari 23 warga Kota Yogyakarta, 74 warga Babtul, 30 warga Kulon Progo, 8 warga Gunungkidul, dan 98 warga Sleman,” ujar Berty Murtiningsih. (C-4).

Read previous post:
Dua Kalurahan Dapat Kucuran Danais Rp 1-1,5 M

BANTUL (MERAPI) - Tahun 2021 ini Kalurahan Sabdodadi, Bantul mendapat gelontoran dana keistimewaan mencapai Rp 1 miliar. Pemkab Bantul bisaberharap

Close