Kejar Pengedar Ekstasi, Dapat Penjual Pil Koplo


YOGYA (MERAPI)- Dua orang pengguna dan pengedar narkotika jenis pil koplo dan tembakau gorila dibekuk Sat Narkoba Polresta Yogyakarta. Dalam penangkapan itu, petugas juga mengamankan barang bukti ratusan butir pil koplo berbagai jenis.
Kasat Resnarkoba Kompol Andhyka Donny Hendrawan SIK kepada wartawan, Kamis (10/6) mengatakan, kedua pelaku yang diamankan adalah HD (23) dan RPT (31), keduanya warga Yogya. Dari pengakuannya, pelaku sudah sekitar 2 tahun menggeluti bisnis tersebut.
Dikatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat petugas mendapat informasi terkait adanya transaksi jual beli narkotika di wilayah Kota Yogyakarta. Dari informasi itu, petugas lantas melakukan penyelidikan.
Hasilnya, petugas berhasil mengamankan HD (23) di wilayah Banguntapan, Selasa (1/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat dikembangkan, petugas kembali mengamankan RPT (31) di wilayah Banguntapan, Kamis (3/6), sekitar pukul 15.45 WIB.

“Awalnya kami dapat informasi, kalau ada pengedar narkotika jenis ekstasi di Kota Yogyakarta. Setelah kita lakukan lidik ternyata benar, makanya langsung kita tangkap,” kata Kompol Kompol Andhyka, Kamis (10/6).
Saat dilakukan penggeledahan, dari tangan HD polisi mengamankan barang bukti di antaranya, 20 butir pil Alprazolam, 10 butir pil Alprazolam, 10 butir pil Riklona, tembakau Gorilla, 1 buah timbangan digital, uang dan handpone.
Sedangkan dari tangan RPT petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 40 butir pil Alprazolam, 88 butir pil Alprazolam, 70 butir pil Calmlet, 30 butir pil Riklona, 40 butir pil Heximer, kartu ATM, dan handphone.
“Mereka ini menjual dan memakai barang tersebut. Dan ini sebenarnya obat penenang,” jelasnya. Kompol Andhyka menambahkan, para pelaku biasa mengedarkan barang ilegal tersebut di wilayah Kota Yogyakarta, dengan menyasar masyarakat kalangan menengah ke bawah. Alasannya, harganya lebih murah dan terjangkau.

“Barang itu diedarkan di Yogya. Makanya kami selidiki, dan biasanya sasaran mereka ini kalangan menengah ke bawah,” ungkapnya.
Kasubnit II Satresnarkoba Ipda Emanuel Gandhi menambahkan, motif keduanya menjual narkotika tersebut lantaran untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, dari pengakuannya mereka tidak mempunyai pekerjaan tetap.
“Motifnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Karena mereka ini pekerja serabutan dan tidak punya pekerjaan tetap,” jelasnya. Ipda Emanuel menjelaskan, hubungan HD dan RPT hanya teman main saja. Terhitung mereka sudah berjualan narkotika antara 1 hingga 2 tahun yang lalu. Selain diedarkan, kedua pelaku ini juga mengkonsumsi sendiri.
“Keduanya hanya teman saja. Mereka sudah sering jualan pil ini, sekitar 1 sampai 2 tahun yang lalu. Peredarannya di Kota Yogyakarta. Kemudian kami kembangkan dan lakukan penangkapan di Bantul,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Arisan Macet, Belasan Emak-emak Tuntut Pengembalian Dana Rp 1 M

Close