REKONSTRUKSI PENGANIAYAAN DIJAGA KETAT-Dikeroyok 13 Orang, Tewas Dihantam Batang Singkong Hingga Palu

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Sat Reskrim Polres Sleman mengelar rekonstruksi kasus penganiayaan maut yang menewaskan Andi Nur (31) warga Gamping Sleman. Dengan pengawalan ketat, 13 pelaku memperagakan 46 adegan di halaman Polres Sleman, Rabu (9/6). Korban dianiaya gara-gara suara raungan knalpot motor serta diteriaki klitih oleh para pelaku.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK menerangkan, rekonstruksi digelar di Polres Sleman karena faktor keamanan. Alasannya, rekonstruksi juga dihadiri oleh keluarga korban dan tersangka.
“Karena faktor keamanan rekonstruksi digelar di Polres Sleman. Ada 13 orang tersangka diamankan dalam perkara ini,” beber AKP Deni, di sela-sela rekonstruksi.
Dikatakan, awalnya petugas mengamankan 9 orang tersangka di antaranya D (40) warga Turi, NAS (22) warga Ngaglik dan NK (23) warga Sleman. Kemudian NRL (26), AW (33), W (34), T (39), MD (45), dan S (43) yang semuanya warga Ngaglik.

Namun saat dilakukan pengembangan, petugas kembali mengamankan 4 orang tersangka di antaranya AN, PO, TN dan GN. Mereka diamankan di tempat persembunyiannya di luar wilayah DIY, di tempat saudaranya. Selain meringkus pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti yang dipakai pelaku menganiaya korban mulai batang pohon ketela, besi cor dengan panjang 80 centimeter, palu besi, beberapa lembar pakaian dan batu.
“Empat orang itu diamankan karena juga terlibat penganiayaan itu. Mereka sudah kabur keluar kota,” jelasnya.
Menurut AKP Deni, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui gambaran secara nyata tentang cerita perkara tersebut. Rekonstruksi diawali saat para pelaku kumpul-kumpul hingga korban dan teman-temanya melintas dengan motor di wilayah Ngaglik.
Setelah itu, rombongan pelaku mengejar korban dan tertangkap di Ngepring Purwobinangun Pakem. Pelaku yang kesal dengan ulah korban, kemudian menghajar secara membabi buta dengan tangan kosong dan benda tumpul.
“Motifnya karena korban ini membleyer motor saat melintas di depan rombongan pelaku yang sedang nongkrong. Pelaku yang kesal kemudian mengejar korban sambil berteriak klitih,” jelasnya.

Akibat penganiayaan itu, korban meninggal dunia karena mengalami luka parah para bagian kepalanya. Sedangkan Tedy Susilo (43) teman korban yang ikut dalam rombongan itu, masih menjalani rawat jalan.
Diberitakan sebelumnya, penganiayaan itu bermula Kamis (13/5) dini hari. Saat itu kedua korban yakni Andi Nur (31) dan Tedy Susilo (43) berboncengan dengan motor dan melintas di depan rombongan para pelaku yang sedang nongkrong.
Raungan motor yang dikendarai korban membuat rombongan pelaku yang sedang nokrong meradang. Para pelaku dan teman-temannya selanjutnya mengejar korban sambil meneriaki klitih.
Setelah tertangkap, korban dianiaya dan mengalami luka lebam dan luka sobek. Korban Andi bahkan mengalami patah tulang punggung dan meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara, korban Tedy mengalami luka lebam pada mata kanan dan kiri serta sakit di bagian kedua kaki akibat penganiayaan itu. Setelah kejadian tersebut, petugas berhasil meringkus 9 orang tersangka. Kemudian setelah dikembangkan, petugas kembali mengamankan 4 orang tersangka, yang tengah bersembunyi di tempat yang berbeda-beda.
Ditambahkan, pPolisi masih terus mengembangkan kasus ini. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 dengan acaman 12 tahun atau Pasal 351 ayat 3 dengan hukuman 7 tahun.(Shn)

Read previous post:
Gantang Bareng Pererat Paseduluran

PANDEMI Covid-19 sangat berdampak di berbagai bidang, termasuk di antaranya agenda lomba perkutut bergengsi ditiadakan sejak tahun lalu. Antara lain

Close