PSIM ATASI BARITO PUTERA 3-2 – Seto: Seharusnya Bisa Cetak Gol Lagi

Laga uji coba PSIM vs Barito Putera di Stadion Mandala Krida Yogya. (Foto: instagram.com/psimjogja_official)

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Persiapan PSIM Yogyakarta menghadapi kompetisi Liga 2 cukup memuaskan. Dalam lima kali uji coba, skuad besutan Seto Nurdiyantoro itu tak terkalahkan. Aditya Putra Dewa dan kawan-kawan mencetak 42 gol dan hanya keasukan tiga gol. Mereka menang delapan gol tanpa balas dari Gadjah Mada (GM) FC, 16-0 atas PS ASRI, mengalahkan Sanatorium 13-0, menang 2-1 atas tim satu level PSG Pati, dan terbaru mempermalukan Barito Putera 3-2 di Stadion Mandala Krida, Yogya, Selasa (8/6) sore.

Saat menjamu Barito Putera, PSIM menyengat tim Liga 1 asal Banjarmasin itu dengan dua gol dalam waktu 12 menit. Barito sempat menyamakan skor sebelum turun minum namun gol Savio Sheva di babak kedua memastikan kemenangan Laskar Mataram. Proses dua gol PSIM di babak pertama hampir sama ketika mereka mengalahkan PSG Pati, umpan pendek satu dua dalam kotak penalti diakhiri tembakan dari pemain tanpa kawalan.

Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro mengatakan seharusnya PSIM bisa memenangi pertandingan dengan skor lebih besar. Ia melihat para pemain belum tenang dalam memaksimalkan peluang. “Memang seharusnya banyak yang bisa dikonversi menjadi gol. Kami akan evaluasi pertandingan kemarin termasuk penyelesaian akhir,” kata Seto.

Seto juga melihat laga melawan Barito Putera yang banyak diperkuat pemain bintang bukan permainan terbaik mereka. Kondisi fisik para pemain terlihat menurun, terutama di babak kedua. Usai pertandingan, eks pelatih PSS Sleman ini langsung berkomunikasi dengan pelatih fisik untuk membenahi kekurangan. “Kami sudah konsultasikan ke pelatih fisik untuk evaluasi, apa kurangnya. Yang jelas kami masih banyak kekurangan. Kami belajar banyak juga dari Barito,” tambah Seto. (Des)

Read previous post:
Salah satu pementasan Teater WN Royal House Cultural Activities Sleman. MERAPI-ISTIMEWA
Teater WN Tampilkan Monolog dan Opera Potret Pelangi Cinta

SETELAH sukses bekerja sama dengan anak-anak SMA dalam pementasan Opera Sumringah, Teater Wanita Ngunandhika (Teater WN) bersama seniman senior Royal

Close