DIY Dijubeli 117 Ribu Wisatawan, Pemda Kewalahan

YOGYA (MERAPI)- Pemda DIY kewalahan mengurai kerumunan di 37 obyek wisata pada 4 kabupaten di Yogyakarta selama liburan lebaran periode 13-16 Mei 2021. Penerapan protokol kesehatan tak berjalan maksimal. Termasuk kapasitas pengunjung juga sulit dibatasi.
“Yang pertama jumlah pengunjung terlalu banyak, petugasnya terlalu sedikit,” ujar Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad kepada wartawan, Senin (17/5) melalui sambungan telepon.

Noviar mencatat jumlah pengunjung di 37 obyek wisata di 4 Kabupaten di Yogyakarta periode 13-16 Mei 2021 sebanyak sekitar 117 ribu wisatawan. Adapun jumlah pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 berada di angka 1.299 pelanggar.
“Sebanyak 37 titik obyek wisata, pengunjungnya ada 117 ribu. Pelanggaraannya 1.299 selama 4 hari itu,” ujarnya. Noviar menyebut, ribuan pelanggar tersebut tersebar di tempat wisata di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Tidak termasuk Kota Yogyakarta. Pelanggar terbanyak ialah ketidakpatuhan menggunakan masker.
“Mulai dari tempat wisata di Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo dan Sleman. Di luar Malioboro (Kota Yogyakarta). Jadi kami mengawasi mulai (pantai) Sadeng, Wediombo, Siung, Pok Tunggal, Sepanjaang dan sebagainya, termasuk Kaliurang,” jelasnya.

Noviar tidak menampik bahwa kerumunan di obyek wisata terutama di pantai tidak bisa dihindari, mengingat banyaknya pengunjung dengan jumlah petugas yang terbatas. Noviar mencontohkan di obyek wisata kawasan Parangtritis hanya ada 69 petugas yang diturunkan untuk pengawasan di tiga titik yakni pantai Depok, Parangkusumo, dan Pantai Parangtritis.
Di sisi lain petugas juga tidak hanya mengawasi protokol kesehatan saja, namun juga keselamatan wisatawan. Noviar menyebut di Pantai Baru Bantul ada dua wisatawan yang sempat terseret ombak dan bisa terselamatkan.
“Di Parangtritis itu petugas 69 orang tapi dibagi di Pantai Depok, Parangtritis, dan Parangkusumo. Sementara pengunjung sana padat, mengurainya susah,” jelasnya.
Dia juga menyebut adanya wisatawan dari luar Yogyakarta seperti Purworejo yang memadati Pantai Glagah serta di Pantai Sepanjang dan Poktunggal juga banyak wisatawan dari Wonogiri.
Menurutnya, sudah seharusnya petugas pintu penjagaan kawasan wisata mengontrol dan memperketat pengunjung yang masuk dengan ketentuan 30 persen dari total kapasitas objek wisata. Namun itu tidak dilakukan. Ditambah, penyekatan dan pembatasan di luar wilayah Yogyakarta juga longgar.
“Pengunjung luar DIY seharusnya tidak diperkenankan tapi kenyataannya lolos masuk ke dalam (objek wisata),” ujarnya. (C-4).

Read previous post:
DIY Tetap Pakai Vaksin AstraZeneca

Close