PANTAI SELATAN DIJUBELI WISATAWAN-Sulit Jaga Jarak di Objek Wisata


YOGYA (MERAPI)- Pantai Selatan Yogya menjadi jujugan sebagian warga untuk menghabiskan libur Lebaran tahun ini. Sayangnya, sulit menerapkan protokol kesehatan lantaran banyaknya wisatawan yang berkunjung.
Di Gunungkidul misalnya, hampir semua pantai dijubeli wisatawan, sejak Jumat (14/5) hingga Minggu (16/5). Pemkab Gunungkidul nampak sudah berusaha menerapkan protokol kesehatan ketat untuk pengunjung. Misalnya saja saat masuk kawasan pantai, semua pengunjung diperiksa suhu tubuhnya. Meski demikian, saat memasuki objek wisata, protokol kesehatan sulit diterapkan. Utamanya soal jaga jarak. Di Pantai Kukup misalnya. Dari pantauan Sabtu (15/5), parkiran sudah penuh dengan mobil wisatawan sejak pagi hingga petang. Wisatawan pun berjubel saat hendak memasuki pantai hingga di area pantai. Banyak dari mereka yang tak mengenakan masker. Wisatawan didominasi oleh warga lokal dan sebagian dari Jawa Tengah. “Mungkin karena ada penyekatan. Tahun ini kebanyakan wisatawan dari lokal Yogya,” ujar seorang penjual kacamata di Pantai Kukup.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Pantai Drini. Hanya saja, wisatawan tak sepadat di Pantai Kukup dan masih bisa untuk menerapkan jaga jarak, meski tak semua wisatawan melakukannya. Sama sepeti di Kukup, wisatawan Pantai Drini juga sebagian tak memakai masker.
Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat, sebanyak 57 ribu wisatawan mengunjungi objek wisata beretribusi di Kabupaten Gunungkidul dari Kamis (13/5) sampai Sabtu (15/5). Jumlah itu belum termasuk data pada Minggu (16/5) kemarin.
“Menurut prediksi, puncak kunjungan wisatawan akan terjadi hari ini (kemarin) dengan jumlah minimal 35 ribu pengunjung,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono.
Harry mengatakan mayoritas wisatawan dari wilayah DIY, dan Solo Raya (Jawa Tengah). Berdasarkan pemantauan petugas, kendaraan luar DIY dan Solo Raya sudah disekat di perbatasan-perbatasan, sehingga potensi yang masuk ke objek wisata sangat kecil.
“Wisatawan yang ke Gunungkidul masih wisatawan lokal DIY, dan Solo Raya,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja kepada wartawan, Senin (10/5) menyebut sebagai upaya penerapan jaga jarak, pihaknya telah menetapkan aturan caring capacity sebanyak 50 persen pada tiap obyek wisata dan dapat diakses di aplikasi Visiting Jogja.
“Kemudian caring capacity sudah kami tetapkan 50 persen, tiap destinasi sudah punya caring capacitnya, normal berapa kemudian saat pandemi berapa dan di dalam aplikasi Visiting Jogja sudah bisa dilihat. Misal wisata Tebing Breksi di Sleman. Kapasitasnya misal 50 persen adalah sudah 1000 orang. Itu dihitung dari luas lokasi wisata dan sudah dimungkinkan untuk penerapan jaga jarak,” paparnya.(*)

Read previous post:
Ditinggal Pacar Menikah, Mahasiswi Bunuh Diri

Close