Teri Berformalin Beredar di Kulonprogo


WATES (MERAPI)- Petugas Satpol PP Kulonprogo menggelar operasi yustisi di sejumlah pasar tradisional, Senin-Selasa (10-11/5). Hasilnya, ditemukan peredaran ikan teri berformalin yang berasal dari wilayah Kutoarjo. Selain teri, kandungan formalin juga ditemukan petugas pada ikan blebekan.
Kepala Satpol PP Kulonprogo Sumiran menyampaikan, razia yang digelar merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama Ramadan. Dalam pelaksanaan, Satpol PP juga berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri.
“Awalnya, kami mengirimkan personel untuk melaksanakan penyekatan mudik Lebaran di wilayah Temon dan Sentolo,” kata Sumiran, Selasa (11/5).
Selain terlibat dalam penyekatan, Satpol PP juga menggelar razia minuman keras (miras) di sejumlah titik. Akhir pekan kemarin, petugas berhasil mengamankan miras berbagai jenis sebanyak 35 botol di wilayah Ngestiharjo Wates.

“Dari 35 botol itu, miras golongan A sebanyak 3 botol, golongan B 19 botol dan golongan C 13 botol,” sebutnya.
Miras tersebut diperoleh dalam penggerebekan di rumah seorang warga, K. Saat ini, K telah diproses dan akan disidangkan setelah Lebaran. Dalam kesempatan yang sama, petugas juga merazia sebuah rumah usaha karaoke yang tetap beroperasi selama Ramadan.
“Pemiliknya sudah dipanggil dan sudah membuat pernyataan akan menutup karaokenya hingga akhir bulan ini,” ujar Sumiran.
Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Kulonprogo, Rokhgiarto menambahkan, operasi yustisi juga menyasar pasar tradisional untuk mengecek peredaran makanan berbahaya jelang perayaan Lebaran. Razia pasar tradisional dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa (10-11/5). Pada Senin, razia menyasar Pasar Jagalan dan Pasar Dekso, kemudian Selasa menyasar Pasar Glaeng dan Pasar Bendungan.

“Kami lakukan pengujian di lapangan, ternyata ada cukup banyak ikan teri dan blebekan berformalin yang kami temukan. Di Pasar Glaeng, kami temukan 1/2kg teri berformalin dan 1kg blebekan berformalin. Barang tersebut kemudian kami sita,” kata Rokhgiarto.
Kemudian di Pasar Bendungan, lanjut Rokhgiarto, ada beberapa kilogram teri berformalin yang ditemukan. Namun, ikan berformalin itu tidak disita melainkan hanya disegel petugas untuk ditukar kepada suplier. Menurut keterangan pedagang, ikan berformalin tersebut berasal dari wilayah Kutoarjo.(Unt)

Read previous post:
ilustrasi
Ingin Modis Tak Punya Uang, Mahasiswi Ngutil Baju

Close