Saat Lantunan Adzan Berkumandang di Tengah Pengungsian

LEMBATA (HARIAN MERAPI) – Allahuakbar,,, Allahuakbar…. Kumandang adzan bersaut-sautan. Petang menyingkir, malam menyapa. Anak-anak berbaris usai menyantap takjil di mushola sederhana berdinding seng. Jamaah lain pun demikian, bersiap hendak melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah. Sementara, para ibu-ibu terlihat masih sibuk membersihkan sisa takjil, kemudian bergegas ikut menjadi makmum.

Masyarakat minoritas muslim yang terdampak banjir bandang Nusa Tenggara Timur (NTT) begitu antusias dengan dibangunnya mushola darurat ini. Bagaimana tidak, tempat ibadah sebelumnya yang sering digunakan telah porak poranda disapu banjir dan longsor.

Alhamdulillah, melalui wasilah para donatur akhirnya mushola darurat telah selesai dibangunkan oleh Tim Siaga Bencana (SIgab) PPPA Daarul Qur’an Makassar bersama sejumlah komunitas. Mushola ini berdiri tepat di tengah pengungsian di Desa Wauwala, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Namun yang ikut merasakan kehadiran mushola ini bukan hanya pengungsi dari Desa Wauwala saja, tapi juga dari Desa Amekaka dan beberapa desa lainnya di Lembata.

Warga nampak begitu antusias membantu pembangunan mushola darurat ini. Terutama anak-anak di tempat pengungsian begitu nampak bahagia. Bagaimana tidak, mereka dapat merasakan nikmatnya sholat berjamaah meski suasananya berbeda dari yang sebelumnya.

“Alhamdulillah akhirnya mushola darurat bisa digunakan. mushola ini diharapkan agar warga dapat merasakan indahnya Ramadan dengan melaksanakan Tarwih bersama di tengah musibah yang dialami,” tutur Chandra Ramis, Tim Sigab PPPA Daarul Qur’an Makassar. (*)

Read previous post:
Tukar Point JLC Dapat Kopi Kenangan Gratis

Close