Cegah Penerobosan Terulang, Petugas Pos Penyekatan Diimbau Waspada

PRAMBANAN (MERAPI)- Empat hari penerapan larangan mudik Lebaran yang dilumai 6 Mei 2021 lalu, sebanyak 2.005 kendaraan dari luar daerah dipaksa putar balik di pos penyekatan Prambanan, Sleman. Di sisi lain, polisi pun diminta waspada agar aksi penerobosan yang terjadi Sabtu (8/5) lalu tak terulang.
Kepala Pos Penyekatan Prambanan Iptu Haryanto mengatakan, kendaraan yang disekat terdiri dari 1842 roda empat dan 163 roda dua. “Akan kami hitung setelah magrib (total hingga semalam). Kemungkinan jumlahnya bertambah,” kata Iptu Haryanto kepada wartawan, Senin (10/5).
Dikatakan, pemeriksaan di Pos Penyekatan Prambanan dilakukan selama 24 jam. Untuk pelaksanaannya secara bergantian, yakni masing-masing petugas melaksanakan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.
“Sampai saat ini kami belum menemui kendala serta pengendara yang diputar balikan bisa menerima. Alhadulilah semua lancar dan belum ada komplain,” jelasnya.

Selain itu, petugas juga belum menemukan modus pemudik yang tidak wajar. Seperti yang pakai boks atau truk barang belum pernah dan ambulans. “Belum ditemukan, semuanya berjalan dengan lancar,” kata Iptu Haryanto.
Kasat Lantar Polres Sleman AKP Anang Tri Nuvian SH menambahkan, total kendaraan yang diputarbalikkan selama empat hari, Kamis-Minggu (6-9 Mei) di dua pos penyekatan Tempal dan Prambanan sebanyak 3.688 kendaraan.
Kendaraan terdiri dari 3.358 roda empat dan 330 roda dua. Sedangkan jumlah kendaraan yang diperiksa 6.915 kendaraan. Rinciannya 6.218 roda empat dan 697 roda dua.
Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto yang melakukan kunjungan ke Yogya mengatakan, secara umum kegiatan operasi ketupat Polda DIY sudah berjalan dengan baik. Masyarakat juga mematuhi apa yang menjadi imbuan dari pemerintah, yaitu tidak melaksanakan mudik.
“Pelaksanaan operasi ketupat Polda DIY berjalan dengan baik. Seluruh anggota juga memahami apa yang harus dilakukan dan tidak. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang dilakukan dengan sangat baik,” jelasnya.

Selain itu di Pos Penyekatan Prambanan juga telah dilaksanakan rapid tes antigen secara random kepada pengendara yang tidak membawa surat keterangan. Tercatat hingga sekaranga ada 360 orang dan hasilnya semua negatif. Komjen Arief Sulistyanto kemudian menanggapi kasus penerobosan mobil sedan di pos penyekatan Prambanan, Klaten pada Sabtu (8/5) lalu. Pihaknya meminta seluruh personel polisi yang bertugas agar meningkatkan kewaspadaan.
“Seluruh aturan, ketentuan cara bertindak sudah diatur sesuai dengan SOP tetapi harus disesuaikan dengan situasi yang dialami,” kata Komjen Arief. Komjen Arief menerangkan insiden penerobosan di pos penyekatan mudik merupakan peristiwa yang seharusnya sudah bisa diprediksi sebelumnya. Ia pun mengingatkan kepada seluruh personel yang bertugas agar lebih waspada.

“Peristiwa itu kan sesuatu yang harusnya sudah diduga akan terjadi penerobosan dan lain sebagainya,” katanya. Oleh karena itu kewaspadaan seluruh personel di dalam mengantisipasi kejadian-kejadian serupa yang semacam itu harus tetap ditingkatkan. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tetap patuh aturan.
Diberitakan sebelumnya, video satu unit mobil berwarna kuning menerobos pos penyekatan mudik 2021 di Klaten viral di media sosial. Tak hanya menerobos, mobil juga menabrak polisi yang hendak memeriksanya.
Atas insiden itu, dua orang anggota polisi mengalami luka-luka. Sedangkan pegemudi mobil yang diketahui berusia 16 tahun berhasil diamankan petugas tidak jauh dari lokasi dan digelandang ke Polres Klaten untuk dilakukan pemeriksaan.(Shn)

Read previous post:
Sempat Ditolak Beberapa Faskes karena Belum Swab, Korban Keracunan Takjil Tewas

Close