Nani Akui Hanya Ingin Bikin Tomy Diare, Tak Bermaksud Membunuh


BANTUL (MERAPI)-Kasus takjil beracun dengan tersangka Nani Apriliani terus bergulir. Kepada penyidik Polres Bantul, Nani mengaku tak bermaksud membunuh Tomy dan hanya bermaksud memberi pelajaran karena sudah menikah dengan wanita lain. Sementara itu pihak keluarga korban tewas, Naba Faiz, meminta polisi mengusut tuntas dengan mengamankan siapa saja yang terlibat kasus ini.
Penasihat hukum Nani, Purwatiningsih SH kepada wartawan, Jumat (7/5) menjelaskan, sejak awal kliennya itu tak memiliki niat membunuh Tomy, sebagai target kiriman sate mengandung kalium sianida. Tetapi kiriman paket takjil sate tersebut hanya untuk memberi pelajaran terhadap Tomy yang telah mempermainkan wanita.

“Selaku penasihat hukum tersangka, kami pada prinsipnya menghargai dan menghormati proses penyidikan demi menggungkap fakta yang sebenarnya,” ujar Purwatiningsih SH. Untuk itu kata dia, pihak penasihat hukum masih menunggu kepolisian untuk mengembangkan kasus tersebut. Siapa saja yang terlibat dan modusnya bagaimana.
Menurut Purwanti, pihak penasihat hukum juga telah bertemu dan melakukan pendampingan kepada Nani. Dari hasil pendampingan ditemukan fakta bahwa tujuan pengiriman sate beracun bukan untuk korban Naba. Melainkan paket sate itu untuk Tomy tetapi tujuannya memberi pelajaran.
“Paket sate itu dikirim dengan tujuan untuk membuat target diare dan muntah saja. Tetapi untuk racun awalnya klien kami tak mengetahui karena itu dilakukan atas saran temannya berinial R,” lanjut Purwatiningsih menjelaskan.

Sementara kuasa hukum Bandiman (ayah Naba Faiz Prasetya), Chandra Siagian SH mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap adanya pelaku lain dalam kasus takjil sate beracun tersebut. Untuk itu pihak keluarga Naba meminta kasus tersebut diusut tuntas sampai ke akar-akarnya.
“Kami harap kepolisan dapat menangkap pelaku lain. Karena ibu korban Naba atau istri pak Bandiman merasa was-was kalau pelaku lain tak ditangkap,” jelas Chandra.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 25 April 2021 Naba Faiz warga Dusun Salakan, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul tewas usai menyantap makanan sate lontong yang dibawa oleh ayahnya, pengemudi ojek online Bandiman (47). Dari keterangan Bandiman, diketahui pada 25 April sekitar 15.30 WIB dia menerima order ofline di depan sebuah masjid di sekitar Gayam Mandala Krida, Yogyakarta. Dia diminta menggirimkan paket takjil itu kepada seseorang bernama Tomy di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Namun istri Tomy menolak hingga takjil itu dibawa pulang untuk dikasihkan kepada anak dan istri Bandiman. Belakangan terungkap jika takjil mengandung racun sianida itu dikirim oleh Nani Apriliani. Nani mengaku bermaksud mengirim takjil ke rumah Tomy karena kecewa ditinggal menikah dengan wanita lain.(Usa)

Read previous post:
Memeluk Guling Kok Tercium Bau Busuk

MATAHARI bersinar cerah, kuputuskan ke kamar untuk mengambil guling. Entah kapan terakhir aku menjemurnya. Aku bawa guling ke depan, lalu

Close