Nani dan Tomy Bantah Nikah Siri


DEPK (MERAPI)- Polda DIY terus mengembangkan kasus takjil beracun yang menewaskan siswa SD, Naba Faiz warga Sewon, Bantul. Selain memeriksa tersangka kasus ini, Nani Apriliani, polisi juga sudah memeriksa Tomy, lelaki yang jadi sasaran pengiriman takjil beracun. Dalam perkembangan terbaru, Tomy dan Nani membantah telah menikah siri.
Tomy diketahui merupakan anggota reserse Polresta Yogya. Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto kepada wartawan, Kamis (6/5) menjelaskan, Propam Polda DIY mulai turun tangan memeriksa Tomy dalam kasus ini. “Keterangan T (Tomy) sedang didalami oleh Propam. Nantinya kalau terbukti yang bersangkutan melakukan pelanggaran, tentu akan ditindak tegas,” ujar Yuliyanto. Meski demikian, Yuliyanto tak menjabarkan potensi hukuman atau pelanggaran apa yang dilakukan Tomy. “Propam masih mencari unsur pasal mana yang dilanggar. Tentunya kalau memenuhi unsur itu, jelas ada sanksinya,” tambah Yuliyanto.

Dia juga memberi tanggapan tentang isu nikah siri antara Tomy dan Nani. Menurut Yuliyanto, keduanya membantah melakukan nikah siri. “Keduanya tak mengaku melakukan nikah siri. Mereka sudah dimintai klarifikasi dan membantah sudah nikah siri,” jelasnya.
Sebelumnya, isu nikah siri itu diungkapkan Ketua RT 03 Dusun Cepokojajar Kalurahan Sitimulyo Kapanewon Piyungan Bantul, Agus Riyanto (40). Kepada awak media Selasa (4/5), Agus mengakui kaget mendengar kabar salah satu warganya, Nani ditangkap polisi karena berusaha meracuni Tomy.
Agus mengenal Nani dan Tomy adalah pasangan suami istri yang menikah siri. Karena ia mengenal keduanya sebagai pasangan suami istri yang telah tinggal sekitar setahun.
Terkait pernyataan Agus itu, Yuliyanto menjelaskan pihaknya akan langsung melakukan klarifikasi. “Kita akan melakukan kroscek ke perangkat desa yang bersangkutan. Kita akan minta keterangan tentang kebenarannya,” ujar Yuliyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 25 April 2021 Naba Faiz warga Dusun Salakan, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul tewas usai menyantap makanan sate lontong yang dibawa oleh ayahnya, pengemudi ojek online Bandiman (47). Dari keterangan Bandiman, diketahui pada 25 April sekitar 15.30 WIB dia menerima order ofline di depan sebuah masjid di sekitar Gayam Mandala Krida, Yogyakarta. Dia diminta menggirimkan paket takjil itu kepada seseorang bernama Tomy di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Namun istri Tomy menolak hingga takjil itu dibawa pulang untuk dikasihkan kepada anak dan istri Bandiman. Belakangan terungkap jika takjil mengandung racun sianida itu dikirim oleh Nani Apriliani. Nani mengaku bermaksud mengirim takjil ke rumah Tomy karena kecewa ditinggal menikah dengan wanita lain.(Shn)

Read previous post:
Penyekatan Hari Pertama, Mobil Nopol Luar Kota Diputar Balik

Close