Foto Nani Pakai Daster Viral, Polda DIY Diminta Turun Tangan


BANTUL (MERAPI) -Foto tersangka kasus takjil beracun sianida, Nani Apriliani yang mengenakan daster di tahanan viral di media sosial. Sejumlah pihak menyayangkan foto itu sampai tersebar.
Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharudin Kamba menilai ada pelanggaran kode etik yang dilakukan aparat kepolisian dengan memotret Nani, tersangka takjil beracun hingga tersebar dan viral di media sosial (medsos).
“Foto tersangka pengirim sate sianida beracun yang mengenakan pakaian seksi di sel tahanan Mapolsek Bantul sempat viral di media sosial. Kami menduga ada pelanggan kode etik petugas yang memotret dan menyebarluaskan,” ujar Baharuddin Kamba, kepada wartawan, Rabu (5/5).
Dari informasi yang beredar, foto itu diambil salah satu anggota polisi kemudian disebarkan istrinya lewa status di WhatsApp. Melihat hal itu, JPW menganggap ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum polisi beserta istrinya. Karena anggota Polsek Bantul itu dengan sadar mengambil foto tersangka sebanyak dua kali tanpa hak. Meski dengan alasan tersangka berpakaian daster dan belum mendapatkan pakaian dari pihak keluarga.

Selain itu, secara sadar istri dari anggota Polsek Bantul tersebut menjadikan foto tersangka di dalam sel di status WhatsApp dan viral di media sosial. Padahal status WhatsApp merupakan media sosial yang dapat dilihat maupun dishare ke orang lain.
Bahkan, hak orang yang ditahan dan bagaimana seharusnya polisi memberlakukan tersangka diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Untuk itu kami mendorong Polda DIY untuk turun tangan terkait foto tersangka yang berada di dalam sel tahanan dan sempat viral di media sosial ini,” terangnya.
Secara terpisah, Kapolsek Bantul Kompol B Ayom Yuswandono mengaku foto seksi tersangka diambil oleh anggotanya pada Sabtu 1 Mei 2021 setelah tersangka dititipkan di sel tahanan Polsek Bantul. Setelah itu istri anggota Polsek Bantul tersebut meminta foto tersangka yang mengenakan daster warna kuning di dalam sel. Lalu istri dari anggota Polsek Bantul itu menjadikan foto tersangka distatus WhatsApp miliknya.

Foto itu kemudian menyebar secara nasional dan menimbulkan kegaduhan. Berbagai akun media sosial memposting foto itu. Reaksi warga pun beragam dan menyayangkan sampai foto tersebut beredar.
Sepert diketahui, Nani ditangkap awal pekan ini setelah penyelidikan selama seminggu. Dia mengaku mengirim sate bercampur sianida kepada Tomy karena sakit hati. Tak tahunya, sate itu justru dibawa pulang driver ojek Online, Bandiman hingga dimanakn anaknya, Naba Prasetya (10). Naba tewas akibat mengonsumsi sate bercampur racun sianida itu.
Dalam perkembangannya, ternyata Nani dibujuk oleh lelaki berisial R untuk melakukan hal itu. Kini polisi tengah memburu pria berinisial R itu.(Usa)

Read previous post:
Operasi Ketupat Fokus Pengetatan Arus Mudik

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepolisian Resort Temanggung fokus pada Operasi Ketupat Candi 2021 pada pengetatan arus mudik, selain untuk pengamanan kegiatan

Close