Polisi Buru Teman Curhat Nani yang Sarankan Campur Sate dengan Sianida

BANTUL (MERAPI)- Meski sudah meringkus wanita pengirimnya, aparat Polres Bantul masih terus mengembangkan kasus paket takjil beracun sianida yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) seorang siswa kelas IV SD Muhamadiyah Karangkajen 4 warga Salakan Bangunharjo Sewon Bantul. Kini, polisi memburu lelaki yang menganjurkan tersangka kasus ini, Nani Apriliani untuk mencampur racun sianida dalam bumbu sate itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, lelaki itu diketahui berinisial R yang merupakan pelanggan di salon tersangka. Dia merupakan teman curhat tersangka Nani, pengirim paket takjil beracun itu.
“Seseorang berinisial R sudah ditetapkan polisi dalam daftar pencarian orang (DPO). Sampai saat ini masih kami cari keberadaannya,” ujar Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SIK kepada wartawan, Selasa (4/5).

Sebelumnya diketahui jika Nani ditangkap polisi pada 1 Mei lalu melalui penyelidikan selama sepekan. Dialah wanita yang mengirimkan paket sate ayam yang dicampuri racun kalium sianida. Nani mengaku patah hati setelah pujaan hatinya, Tomy yang merupakan angota reserse menikah dengan wanita lain. Nani cemburu. Dalam kondisi itu, lelaki berinisial R menyarankan untuk memberi pelajaran kepada Tomy dengan cara memberikan KCN atau kalium sianida yang dicampur dengan makanan. Awalnya R mengira efek setelah dimakan hanya muntah dan diare. “R merupakan teman curhat Nani. Dia awalnya naksir dengan Nani namun yang bersangkutan lebih memilih Tomy,” ujarnya.

Akhirnya tersangka pun mengikuti anjuran R membeli secara online KCN tersebut. Selanjutnya oleh tersangka, KCN tersebut dicampurkan di dalam bumbu makanan sate ayam. Ketika hendak mengirimkan kepada Tomy, bahkan tersangka juga mendapat anjuran dari R agar makanan itu dikirim menggunakan ojek online tanpa aplikasi agar tak terlacak. Order itu akhirnya diterima Bandiman, seorang driver ojek online yang mangkal di Jalan Gayam Yogya pada 25 April lalu. Karena istri Tomy menolak kiriman tersebut, akhirnya paket makaan itu dibawa Bandiman dan dimmakan anaknya, Naba hingga dia tewas.
Menurut AKBP Wachyu, penyidik hingga saat ini masih melakukan pengembangan dengan memeriksa dan mendalami keterangan tersangka Nani. Bahkan polsii sudah melacak R melalui telepon namun belum tersambung. “Karena dari pengakuan tersangka kepada penyidik memang ada keterlibatan seseorang berinisial R,” ujarnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK di Mapolda DIY, Selasa (4/5) kemarin juga menyoroti keterlibatan R dalam kasus ini.
“Penyidik masih mengembangkan kasus ini, karena pengakuan Nani, ada campur tangan orang lain yakni R dalam perkara ini,” kata Kombes Yuliyanto.
Namun demikian kata Kombes Yuliyanto, penyidik tidak ingin gegabah dalam menangani perkara ini. “Apakah betul-betul ada sosok R ini, apa hanya ilusi dari Nani saja, penyidik masih mendalami, belum dipastikan,” katanya.(Usa/Shn)

Read previous post:
Pasien Corona Meninggal di Yogya Nyaris 1.000 Kasus

Close