Sate Bercampur Sianida Dikirim Nani Berkat Saran Pelanggan Salon


BANTUL (MERAPI)- Tersangka Nani diduga tak sendirian dalam kasus pengiriman takjil beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) seorang siswa kelas IV SD Muhamadiyah Karangkajen 4 warga Salakan Bangunharjo Sewon Bantul. Dalam keterangan di Mapolres Bantul, Nani mengaku mendapat inspirasi untuk mengirim racun dari salah satu pelanggannya di tempat kerjanya di salon.
Direskrimum Polda DIY, Kombes (Pol) Burkan Rudy Satria didampingi Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SIK dalam konferensi pers di Aula Rupatama Polres Bantul, Senin (3/5) menjelaskan, ada salah satu pelanggal salon dengan inisaial R yang awalnya suka dengan tersangka. Tetapi tersangka tidak suka dengan pelanggan dengan inisial R tersebut.

Justru tersangka ternyata menyukai pelanggan lain yang diketahui bernama Tomy. “Tiap tersangka dan Tomy bermasalah, selalu bercerita dengan R,” ujar Burkan. kemudian masalah itu memuncak saat Tomy memutuskan menikah dengan wanita lain. Nani cemburu. Dia gelap mata. Dalam kondisi itu, kata Burkan, lelaki berinisial R menyarankan untuk memberi
pelajaran kepada Tomy dengan cara memberikan KCN atau kalium sianida yang dicampur dengan makanan. Awalnya R mengira efek setelah dimakan hanya muntah dan diare.
Menurut Burkan, akhirnya tersangka pun mengikuti anjuran pelanggan inisial R dengan cara membeli secara online KCN tersebut. Selanjutnya oleh tersangka, KCN tersebut dicampurkan di dalam bumbu makanan sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka.

Ketika hendak mengirimkan Tomy, bahkan tersangka juga mendapat anjuran
dari R agar makanan itu dikirim menggunakan ojek online. “Disarankan mengirim makanan tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim dan tersangka mengikuti saran tersebut,” ujarnya.
Dirreskrimum Polda DIY mengatakan, pengungkapan kasus ini berkat kerja sama yang bagus antara polsek, Polres Bantul dan Polda DIY serta dari masyarakat dalam memberikan kesaksian, mengingat untuk mencari petunjuk pelaku dibutuhkan keterangan dari saksi satu per satu hingga penjual sate ayam.

“Salah satu kunci pengungkapan adalah bungkus sate, yang bisa menunjukkan di mana dia (tersangka) beli, dari situ kita cari saksi apakah benar ada pembelian dari orang ini, akhirnya ketemu kita bisa menyimpulkan bahwa NA ini pelaku pembunuhan berencana yang mengakibatkan anak Pak Bandiman tewas,” tutur-nya.
Dia menjelaskan, peristiwa itu berawal pada 25 April sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Gayam Mandala Krida, Yogyakarta, ada seorang pengemudi ojek daring didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi sate ayam, satu berisi snack.
“Ketika meminta dikirimkan ini yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi ‘online’, sehingga minta dengan cara ‘offline’ ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman,” katanya.

Setelah terjadi kesepakatan, makanan diantar ke tempat tujuan, namun karena yang ada di rumah tujuan tersebut merasa tidak memesan makanan, maka ditolak untuk diterima, dan oleh tukang ojol karena makanan ditolak dibawa pulang ke rumahnya.
“Sampai di rumahnya makanan sebagian dimakan oleh istri-nya dan ada yang dimakan anaknya yang besar dan kecil, namun yang dimakan anak kecil ini menyebabkan meninggal dunia si anak,” katanya. (Usa)

Read previous post:
MERAPI-DOKUMENTASI Salam satu karya Agoes Jumianto di kontes kartun mengalahkan virus Corona.
Temuan Kasus Positif Covid-19 di Masjid Bertambah

SUKOHARJO (MERAPI) - Temuan kasus positif virus Corona di masjid selama puasa Ramadan bertambah. Setelah sebelumnya ditemukan pada imam masjid

Close