Corona di Yogya Naik Terus, Zona Merah Muncul Lagi


DANUREJAN (MERAPI)-Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengakui adanya kenaikan kasus persebaran Covid-19 di Yogyakarta dalam beberapa waktu belakangan. Yang semula tidak ada zona merah di Yogyakarta, data per tanggal 1 Mei menunjukkan ada 8 RT masuk zona merah.
“Sekarang itu Yogya naik (kasus positif Covid-19). Yang kemarin tidak ada (zona) merah, sekarang ada merah, jumlahnya 8 RT. Yang kemarin hanya 3 oren (orange) sekarang 21 oren ya,” ujarnya, Senin (3/5) di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Sultan mencontohkan wilayah Kota Yogyakarta. Meski tidak ada zona merah, namun zona orangenya tergolong cukup banyak dan mencapai ratusan.
“Kalau kota tak ada zona merah, tapi zona orange ada 136 RT, kan gitu,” imbuhnya.
Sultan mengingatkan kepala daerah agar dapat mengontrol wilayahnya masing-masing terutama wilayah yang rawan kerumunan seperti di pasar dan pusat perbelanjaan. Petugas harus bisa mengantisipasi hal tersebut.
“Di pasar pasti berkerumun. Hanya masalahnya bisa tidak petugas pasar itu bisa mengantisipasi hal-hal semacam itu. Yang penting kabupaten/kota kan juga sudah ada kebijakan. Jadi bagimana bisa menangani, koordinasi tingkat 1 baik itu di mall atau pasar, karena pasar itu tempat berkerumun,” paparnya.

Sultan berharap kepala daerah mengawasi melalui satuan tugas (satgas) di wilayah masing-masing hingga lingkup terkecil. Diharapkan pada 2 minggu ini, kasus dapat kembali menurun.
“Jadi saya berharap bagaimana kepala daerah itu saya mohon untuk mengawasi kerjanya satgas, tidak hanya di kabupaten tapi di desa maupun kecamatan bisa lebih baik,” paparnya.
“Bagaimana kenaikan ini harapan saya sebelum akhir periode 2 mingguan ini harapan saya bisa turun,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 157 kasus positif Covid-19, Senin (3/5) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 39.981 kasus.
“Penambahan kasus sembuh sebanyak 332 kasus sehingga total sembuh menjadi 35.377 kasus dan 5 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 970 kasus,” jelas Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 28 warga Kota Yogyakarta, 20 warga Bantul, 12 warga Kulon Progo, 43 warga Gunungkidul, dan 54 warga Sleman.

“Rincian riwayat kasus terdiri dari 29 kasus periksa mandiri, 109 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, dan 19 kasus belum ada info,” jelasnya.
Distribusi kasus sembuh terdiri dari 64 warga Kota Yogyakarta, 110 warga Bantul, 12 warga Kulon Progo, 18 warga Gunungkidul, dan 128 warga Bantul.
Rincian kasus meninggal terdiri dari kasus 28.793, Laki-laki usia 77 tahun warga Gunung Kidul, kasus 39.107, perempuan usia 81 tahun warga Kota Yogyakarta, kasus 39.975, perempuan usia 43 tahun warga Sleman, dan kasus 39.976, Laki-laki usia 65 tahun warga Gunungkidul, dan kasus 39.977, Laki-laki usia 50 tahun warga Gunungkidul.(C-4)

Read previous post:
Bupati Tebar Benih Ikan di Kawasan Utara

.NGLIPAR (MERAPI) – Bupati Gunungkidul H Sunaryanta melakukan tebar benih ikan wader di Bendung Kali Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar,

Close