SULTAN MINTA ATURAN CEGAH CORONA DIPATUHI-Perantau Jangan Mudik Dulu, Warga Yogya Tunda Keluar Kota


YOGYA (MERAPI)- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat yang merantau di luar Yogyakarta agar mematuhi kebijakan pemerintah untuk tidak mudik Lebaran mengingat masih adanya wabah Covid-19. Sedangkan untuk warga lokal Yogya, Sultan menyebut tidak ada larangan mudik di DIY namun meminta tak keluar kota dahulu.
“Saya mohon warga masyarakat mematuhi untuk tidak mudik. Kalau warga masyarakat Yogya kan boleh antar (lokal dalam provinsi),” ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/4) di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Sultan meminta masyarakat patuh pada kebijakan pemerintah. Melihat kondisi seperti ini, seharusnya masyarakat perantau tidak bisa keluar daerah rantauan apabila memang benar mematuhi aturan yang dibuat.
“Jangan pulang dulu. Situasi masih ada penularan. Kan mereka kalau mematuhi (aturan) gak bisa keluar dari Jakarta, Jateng, kan itu juga. Jadi bagaimana ketentuan itu dipatuhi,” jelasnya.

Pada wilayah perbatasan, Sultan menyebut akan dilakukan penjagaan sehingga tidak ada yang masuk ke Yogyakarta. Adapun warga Yogyakarta sebaiknya tidak melakukan perjalanan keluar Provinsi.
“Ya nanti kan dijaga. (Warga gak boleh keluar dulu) tapi boleh punya mobilitas di dalam (Yogyakarta),” imbuhnya.
Sultan menyebut pentingnya meningkatkan pengetatan dan kontrol di lingkungan terkecil yakni RT/RW dan Kelurahan melalui Jaga Warga dan meningkatkan peran Satlinmas, Babinsa, dan Babinkamtibmas.
“Iya makanya saya lebih meningkatkan, yang penting itu mlebu deso (masuk desa), mlebu (masuk) RT/RW itu dikontrol. Yang penting itu,” papar Sultan.
Disinggung ihwal masih dibukanya obyek wisata, Sultan tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Menurutnya yang terpenting tetap patuh protokol kesehatan. Sultan juga mengklaim 95 persen wilayah di Yogyakarta masuk zona hijau Covid-19.
“Ya gak papa (berwisata), yang penting itu pakai masker, pakai itu protokol (kesehatan). Dimungkinkan terjadi mobilitas di wilayah Yogya karena sudah 95 persen (zona) ijo (hijau). Ning (tapi) jangan lupa (prokes),” jelas Sultan.

Sementara itu Pemda DIY melaporkan penambahan 259 kasus positif Covid-19, Kamis (29/4) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 39.254 kasus.
“Penambahan kasus sembuh sebanyak 313 kasus sehingga total sembuh menjadi 34.149 kasus dan 2 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 955 kasus,” ungkap Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 55 warga Kota Yogyakarta, 45 warga Bantul, 47 warga Kulon Progo, 15 warga Gunungkidul, dan 97 warga Sleman.
“Rincian riwayat kasus terdiri dari 63 kasus periksa mandiri, 166 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 4 kasus perjalanan jarak jauh, dan 26 kasus belum ada info,” jelasnya. Adapun distribusi kasus sembuh terdiri dari 63 warga Kota Yogyakarta, 60 warga Bantul, 47 warga Kulon Progo, 63 warga Gunungkidul, dan 80 warga Sleman.
“Rincian kasus meninggal terdiri dari kasus 37.887, Laki-laki usia 67 tahun warga Sleman dan kasus 39.259 Laki-laki usia 75 tahun warga Bantul,” imbuhnya.(C-4)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Tanaman kumis kucing mudah dijumpai karena tumbuh liar
Kumis Kucing Obati Rematik dan Asam Urat

TANAMAN kumis kucing memiliki banyak manfaat untuk meringankan beberapa penyakit. Kumis kucing juga sering dijadikan sebagai obat saluran kemih hingga

Close