Polda DIY Ancam Tindak Tegas Travel Gelap


PRAMBANAN (MERAPI)- Pemerintah akan segera menerapkan kebijakan tentang larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang. Bagi masyarakat yang nekat melanggar, tindakan tegas dilakukan dengan diminta untuk putar balik. Polisi juga mewaspadai kemunculan travel gelap di perbatasan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono saat meninjau pos penyekatan di Prambanan Sleman, Rabu (28/4). Istiono didampingi Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi dan Kapolres Sleman AKP Anton Firmanto SIK.
Istiono mengatakan, pihaknya sudah merespons maraknya layanan travel gelap yang mengangkut pemudik. Mereka menawarkan paket mudik ke sejumlah kota di Pulau Jawa, termasuk Yogya. Untuk itu, Irjen Istiono mengaku akan menindak tegas travel gelap ini dengan menyita armada.
“Travel gelap, sudah saya identifikasi semuanya. Saya akan tindak tegas bila melakukan pelanggaran. Sanksinya jelas ditilang, kalau perlu armada sementara ditahan sampai nanti selesai Lebaran,” katanya.
Ia berharap agar muncul kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19 melalui larangan mudik ini. “Semoga dengan ditiadakannya mudik dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta menjadikan masyarakat tertib berlalu lintas guna menurunkan angka kecelakaan lalu lintas,” harapnya.

Kombes Pol Iwan Saktiadi menambahkan pihaknya siap melaksanakan arahan dari Korlantas terkait kebijakan larangan mudik. Pihaknya akan menilang travel gelap dan mengamankan sampai Lebaran usai.
“Travel gelap dan mungkin kendaraan-kendaraan dengan modus lain yang diperkirakan membawa pemudik yang masuk ke Yogya, akan kita tindak tegas,” kata Kombes Iwan. Dijelaskan, jika armada travel gelap itu diamankan, maka penumpang diminta putar balik kembali ke daerah asal. Alasannya, sudah ada aturan pelarangan mudik, polisi tidak akan memfasilitasi kendaraan untuk mereka.
“Kita tidak memfasilitasi mereka untuk balik, ya tanggungjawab yang bersangkutan, karena seperti yang kita ketahui angkutan umum pun dilarang oleh pemerintah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan simulasi penyekatan, di mana kendaraan dari luar daerah diminta menunjukkan surat rapid test negatif Covid-19. Masyarakat yang tidak bisa menunjukkan, bisa cek di lokasi.
Sementara itu Pemda DIY melaporkan penambahan 292 kasus positif Covid-19, Rabu (28/4) sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 38.995 kasus.

“Penambahan kasus sembuh sebanyak 200 kasus sehingga total sembuh menjadi 33.836 kasus dan 5 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 953 kasus,” jelas Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Sedangkan distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 38 warga Kota Yogyakarta, 83 warga Bantul, 77 warga Kulon Progo, 9 warga Gunungkidul, dan 85 warga Sleman.
Adapun distribusi kasus sembuh terdiri dari 18 warga Kota Yogyakarta, 27 warga Bantul, 28 warga Kulon Progo, 6 warga Gunungkidul, dan 121 warga Sleman.
“Rincian riwayat kasus terdiri dari 42 kasus periksa mandiri, 206 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 2 kasus perjalanan luar daerah, 1 kasus screenibg pasien, dan 41 kasus belum ada info,” jelasnya.
Adapun rincian kasus meninggal terdiri dari kasus 20.037, Laki-laki usia 73 tahun warga Gunungkidul, kasus 37.889 Laki-laki usia 79 tahun warga Sleman, kasus 38.262 perempuan usia 59 tahun warga Sleman, kasus 38.999, Laki-laki usia 63 tahun warga Kota Yogyakarta, dan kasus 39.000, perempuan usia 66 tahun warga Bantul.(Shn/C-4)

Read previous post:
Polisi Lacak Pengirim Takjil Beracun Lewat CCTV

Close