Autocillin Geber Kampanye #SudahZiapAman, Ajak Warga Jaga Keselamatan di Jalan Raya

JAKARTA (HARIAN MERAPI) – Data Korlantas Polri tahun 2020 menyebutkan, ada 10 perilaku tidak berkeselamatan. Di antaranya perilaku ceroboh terhadap lalu lintas dari depan (25.136 kasus), gagal menjaga jarak aman (23.308 kasus), ceroboh saat belok (15.045 kasus), hingga ceroboh saat menyalip (10.102 kasus). Mereka yang memiliki perilaku buruk saat berkendara ini, ternyata memiliki pengetahuan keselamatan berkendara yang cukup tinggi.

Perilaku buruk berkendara di jalan raya ini menambah daftar panjang jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Tentu saja kerugian materiil yang disebabkan terus menjadi kekhawatiran besar. Bahkan, selama periode Januari hingga Oktober 2020 lalu, Indonesia mencatat kerugian materiil hingga Rp 163 miliar dari total 83.715 kecelakaan lalu lintas.

“Oleh sebab itulah, kami memperkenalkan kampanye #SudahZiapAman untuk mengajak masyarakat agar aman dalam berkendara dan menekankan pentingnya perlindungan kendaraan,” kata Direktur Adira Insurance, Wayan Pariama dalam jumpa media secara virtual, Rabu (28/4).

Wayan Pariama menambahkan, Adira Insurance secara konsisten meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku selamat dan aman di jalan. Selama 10 tahun terakhir, semangat ini kami gaungkan lewat kampanye I Wanna Get Home Safely (IWGHS) dengan berbagai inisiatif untuk mendukung keselamatan jalan terbaik. Melanjutkan semangat yang sama, tahun ini pihaknya menghadirkan kampanye #SudahZiapAman untuk produk Autocillin yang mampu memberikan rasa aman saat berkendara dengan perlindungan dari risiko-risiko di jalan seperti kecelakaan, banjir, hingga huru-hara.

Belum lama ini, Adira Insurance memetakan profil keselamatan jalan di Indonesia melalui Road Safety Behavior Research, yang merupakan inisiatif dari kampanye IWGHS. Riset tersebut menyebutkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di 15 kota yang disurvei adalah 76 persen, di mana ada kesenjangan antara pemahaman dalam keamanan berkendara, yakni pengetahuan 87 persen, kesadaran/sikap 83 persen, namun perilaku hanya 58 persen.

Dalam berkendara, ada berbagai risiko tidak terduga yang mengintai pengendara. Kondisi keselamatan jalan di Indonesia secara umum masih belum memuaskan, karena sebagian besar pengguna jalan belum menerapkan perilaku keselamatan yang baik di jalan. Data Kementerian Perhubungan RI menyebutkan bahwa sebanyak 61 persen kecelakaan terjadi karena faktor manusia, 30 persen faktor sarana prasarana, dan 9 persen faktor pemenuhan persyaratan laik jalan.

“Keamanan dan keselamatan di jalan tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama. Belum lagi risiko-risiko yang harus ditanggung apabila terjadi musibah saat berkendara di jalan,” ujarnya.

Wayan mencontohkan, saat mengalami kecelakaan beruntun, ada pihak-pihak lain yang juga dirugikan dari musibah tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk memiliki asuransi kendaraan yang mampu melindungi secara lengkap baik diri sendiri maupun orang lain.

“Termasuk Tanggung Jawab Pihak Ketiga, yang merupakan salah satu jaminan perluasan dari Autocillin. Kami terus memberikan rasa aman melalui berbagai fitur yang memberikan kemudahan bagi pelanggan,” ujar Wayan.

Pegiat otomotif, Jujuk Margono mengungkapkan, sangat disayangkan bahwa human errors selama ini menjadi kontributor besar terhadap kasus kecelakaan lalu lintas. Padahal, justru faktor ini yang paling bisa dihindari apabila kita selalu memprioritaskan keamanan dan mempersiapkan perlindungan bagi diri, kendaraan, dan orang lain.

“Adanya tilang elektronik bisa jadi sentilan agar pengendara lebih tertib. Namun yang paling penting adalah kesiapan mental pengemudi dan kendaraannya harus layak jalan, karena kita tidak pernah tahu kondisi di jalan raya seperti apa,” ungkap penggemar motor lawas ini.

Di sisi lain, semangat #SudahZiapAman dari produk Autocillin memberikan perasaan aman dan tenang bagi masyarakat dalam berkendara melalui manfaat perlindungan yang komprehensif. Autocilin juga dilengapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan nasabah seperti Autocillin Mobile Claim Application untuk pengajuan klaim secara online, Autocilin Rescue, Autocillin Mobile Service, STNK Renewal Service, hingga layanan 24 jam Adira Care 1500 456 yang memberikan pengendara rasa aman kapan pun dan di mana pun mereka berada.

“Ke depannya, Adira Insurance mengajak semua pemangku kepentingan untuk melakukan upaya kolektif, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum, guna menciptakan keamanan dan keselamatan jalan secara berkelanjutan,” sambung Wayan. (*)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Warga Desa Wadas memasang spanduk dukungan pembangunan bendungan dengan nada penolakan hadirnya pihak luar yang ingin adudomba warga
DUKUNG PEMBANGUNAN PROYEK BENDUNGAN BENER; Warga wadas Menolak Kehadiran Pihak Luar yang Ingin Adudomba

MASYARAKAT di wilayah Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, khususnya yang terdampak oleh proyek pembangunan Bendungan Bener mengaku prihatin atas banyaknya kabar

Close