7 Nelayan Diamankan Polisi Gara-gara Memasak Penyu Langka

DEPOK (MERAPI)- Tujuh orang nelayan Pantai Watulawang Tepus Gunungkidul harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Penyebabnya, mereka diketahui telah menangkap dan memasak penyu langka jenis lekang.
Menurut keterangan, ketujuh pelaku adalah SP (40), SD (38), WS (55), SM (55), WI (36), WS (42) dan IM (47) semuanya warga Tepus Gunungkidul. Pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a tentang konservasi SDA hayati dan ekosistemnya.
“Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda DIY AKBP AKBP Fajar Pamuji SH didampingi Kasubdit Penmas Bidhumas AKBP Verena Sri Wahyuningsih kepada wartawan, Kamis (22/4).

Kendati demikian, kata Fajar, tidak dilakukan penahanan terhadap tujuh orang pelaku tersebut karena alasanya kooperatif. Dijelaskan AKBP Fajar, meski tidak dilakukan penahanan, terhadap pelaku tetap menjalani proses hukum.
Dijelaskan Fajar, kasus itu berawal saat salah seorang pengguna aplikasi media sosial mengunggah video penangkapan penyu lekang, Jumat (26/3). Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan di lapangan.
Petugas lantas melakukan koordinasi dengan Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY dan memberitahukan adanya penyu langka yang ditangkap nelayan setempat. Menurut Fajar, penyu tersebut termasuk satwa langka yang dilindungi undang-undang.

“Kami meringkus tujuh nelayan di rumah masing-masing, karena mereka menangkap dan membunuh penyu laut dengan berat 15 kilogram yang dilindungi itu,” kata AKBP Fajar.
Penyu yang mereka tangkap saat ini sudah mati karena terbunuh. Menurut Fajar, para nelayan menangkap penyu dengan cara dipancing, lalu menyembelihnya dan berencana membagi-bagikan daging penyu hasil tangkapan tersebut.
Selain meringkus pelaku, kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa alat pancing yang digunakan untuk menangkap penyu, pisau untuk menyembelih, tampar untuk mengikat dan terpal untuk membungkus.
Kepala Seksi Konservasi Wil I BKSDA DIY Untung Suripto menambahkan, penyu yang ditangkap merupakan satwa yang dilindungi. “Di Indonesia ada 6 jenis penyu dari 7 jenis penyu yang ada di dunia,” tandasnya.

Salah seorang nelayan yang diamankan, SP mengatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa penyu yang ditangkap itu merupakan hewan langka yang dilindungi undang-undang. Awalnya ia memancing namun tidak sengaja mendapat penyu itu.
“Karena saat melaut tidak ada hasil, saya memancing tenyata dapat penyu. Kemudian dipotong dan dagingnya dibagi-bagi,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
BPK Soroti Pembelian Hotel Mutiara dan Penanganan TPST Piyungan

Close