Nikmati Kopi dalam Bentuk Bakpia, Wingko dan Geplak

Woro bersama putrinya memamerkan produk-produk Star Prog. (HARIAN MERAPI-AMIN KUNTARI)

KOKAP (HARIAN MERAPI) – Bosan menikmati kopi hanya dalam bentuk seduhan saja? Tidak perlu khawatir. Sebab belakangan ini, kopi banyak dihadirkan produsen dalam berbagai olahan, baik minuman maupun camilan. Di Kulonprogo misalnya, ada produsen yang menyajikan kopi dalam bentuk camilan lezat yakni bakpia, wingko dan geplak.

Jajanan bercita rasa kopi ini merupakan inovasi dari produsen kopi ternama di Kulonprogo yakni Star Prog yang beralamatkan di Padukuhan Bojong, Kalurahan Kulur, Kapanewon Kokap. Meski belum lama diluncurkan, namun tiga camilan bercitarasa kopi yakni bakpia kopi, wingko kopi dan geplak kopi berhasil mencuri perhatian konsumen. Terbukti, cukup banyak yang berminat membeli produk ini di pasaran, terutama karena citarasanya yang unik.

“Kami meluncurkan bakpia, wingko dan geplak kopi ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan camilan bercitarasa unik namun tetap lezat. Konsumen yang ingin menikmati kopi tapi bukan dalam bentuk minuman, bisa mencicipi camilan ini,” kata pemilik Star Prog, Woro Widayati, saat disambangi wartawan di rumah produksinya, belum lama.

Jika selama ini bakpia, wingko dan geplak memiliki cita rasa manis yang kuat, dengan campuran kopi akan menjadi semakin nikmat. Sebab, rasa manisnya menjadi pas di lidah setelah bercampur dengan sedikit rasa pahit dari kopi. Konsumen tidak akan merasa eneg, meski mengonsumsi dalam jumlah lebih banyak.

“Tiga produk ini juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh khas Kulonprogo, mengingat bakpia, wingko dan geplak merupakan makanan asli DIY,” imbuh Woro.

Lantaran belum lama diluncurkan, produksi dan pemasaran bakpia, wingko juga geplak kopi Star Prog masih terbatas. Berbagai pembenahan pun masih dilakukan agar produk tersebut benar-benar bisa diterima pasar dan bersaing dengan produk lain.

Woro kemudian bercerita, produksi kopi berlabel Star Prog mulai digelutinya sejak enam tahun lalu. Didorong program Bela Beli Kulonprogo yang digaungkan Bupati Kulonprogo saat itu, Hasto Wardoyo, Woro mulai berpikir untuk mengangkat potensi daerah ini agar bisa lebih dikembangkan dan dikenal daerah lain. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk memproduksi kopi.

Keputusan Woro bukan tanpa alasan. Pegunungan Menoreh di sisi utara Kulonprogo memang sudah terkenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas. Woro kemudian memilih tanaman kopi yang akarnya menyatu dengan cokelat. Biji yang dihasilkan dari tanaman ini memiliki cita rasa berbeda karena terdapat rasa pahit dari cokelat.

“Memang, perlu waktu untuk menentukan biji kopi berkualitas terbaik. Namun kami rasa, Kopi Star Prog ini istimewa karena ada rasa cokelatnya,” kata Woro.

Setelah berhasil mengolah biji kopi menjadi bubuk berkualitas, Woro kemudian mulai mengemas. Produk berlabel Star Prog itu dijual melalui ToMiRa di Kulonprogo, keda-kedai kopi, Pondok Lestari serta secara online. Bahkan, produk Star Prog juga sudah dipasarkan di bandara internasional Kulonprogo, YIA. Dalam satu bulan, sedikitnya ia bisa menjual kopi bubuk sebanyak 50 kilogram. Selain itu, Woro juga menyiapkan kopi yang sudah diseduh dengan berbagai varian rasa. Harganya pun sesuai standar, yakni Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per cup.

“Sementara yang bubuk, kami jual Rp 75.000 untuk kemasan 250 gram,” ungkap Woro.

Barista Star Prog, Jendra menyampaikan, selama ini konsumen mengonsumsi kopi dengan dicampur susu, gula aren atau gula semut. Berbagai varian rasa pun ditawarkan, mulai dari kacang, pisang, caramel, vanilla dan sebagainya.

“Kami berharap, masyarakat Kulonprogo bisa menikmati kopi dari daerahnya sendiri. Apalagi, cita rasanya juga tidak kalah dengan kopi daerah lain dan kopi pabrikan,” katanya.

Sementara itu, salah satu penikmat kopi Star Prog, Nana mengatakan, dirinya merasa cocok dengan kopi tersebut karena perpaduan manis dan pahitnya pas. Nana yang tidak terlalu suka manis, memilih kopi dengan campuran susu tanpa tambahan gula.

“Memang harganya sedikit lebih mahal. Namun itu sesuai dengan kualitas premium yang disajikan,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
PPKM MIKRO DIPERPANJANG, DITAMBAH ATURAN LARANGAN MUDIK-Mudik Tanpa Dokumen Lengkap Wajib Karantina 5 Hari

Close